Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menolak untuk menyerah dalam perburuan gelar Liga Inggris 2025/2026. Hal ini diungkapkan setelah timnya ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest.
Hasil imbang tersebut membuat Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas City, meskipun Arsenal telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Manchester City dua kali unggul melalui gol dari Antoine Semenyo dan Rodri. Namun, Nottingham Forest berhasil menyamakan kedudukan melalui Morgan Gibbs-White dan Elliot Anderson.
Guardiola menyesali hilangnya poin tersebut, terutama setelah Savinho nyaris mencetak gol kemenangan di detik-detik terakhir pertandingan, namun Murillo berhasil menghalau bola tepat di garis gawang.
Arsenal kini memiliki peluang besar untuk meraih gelar Liga Inggris pertama mereka sejak tahun 2004. Manchester City masih memiliki satu pertandingan tunda melawan Arsenal yang akan digelar di Etihad pada bulan April. Guardiola menyayangkan performa timnya yang kehilangan kendali di babak kedua.
Meskipun demikian, Guardiola tetap optimis bahwa timnya masih mampu mengejar Arsenal dalam sembilan pertandingan tersisa. "Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan, mereka (Arsenal) satu laga lebih sedikit," ujar Guardiola, seperti dikutip dari France 24.
Guardiola menambahkan, "Ada pertandingan di mana kami memang tidak pantas mendapatkannya. Tapi hari ini secara umum kami bermain bagus selama 90 menit. Ini bukan soal satu momen atau satu keputusan. Secara keseluruhan, ketika kami menganalisis laga, permainan kami sudah baik."
Guardiola juga enggan memberikan komentar terkait klaim penalti di akhir laga ketika Erling Haaland terjatuh setelah melewati kiper Nottingham Forest, Mats Sels. Keputusan wasit tetap didukung oleh VAR.
"Saya selalu percaya kami harus bermain jauh lebih baik agar tidak memberi ruang bagi intervensi ofisial," kata Guardiola.
"Itu tanggung jawab kami untuk tampil lebih baik. Jika harus bergantung pada mereka, itu mustahil. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan."
Guardiola mengakui timnya menciptakan banyak peluang melawan tim yang bermain sangat defensif. Fokus Guardiola kini beralih ke laga putaran kelima Piala FA melawan Newcastle dan pertandingan melawan Real Madrid di Liga Champions.