Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan jaminan bahwa pasokan avtur di Indonesia tetap aman meskipun terjadi gejolak akibat perang di Timur Tengah.
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) lalu berdampak pada terganggunya pasokan minyak dunia.
Selain itu, Iran juga telah menutup Selat Hormuz dan menyerang sejumlah kapal tanker, yang mengakibatkan harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Dudy menjelaskan bahwa harga avtur masih dalam batas yang dapat diprediksi karena pembelian avtur dilakukan setiap bulan. "Sejauh ini, sebagaimana disampaikan Pertamina bahwa harga itu masih dalam jangkauan atau masih sesuai dengan prediksinya karena pembelian avtur itu kan, BBM itu, dilakukan per bulan ya, kalau saya tidak salah sampai akhir Maret," terang Dudy di Kantor Kementerian Perhubungan, Jumat (13/3/2026).
Menhub juga mengingatkan agar maskapai penerbangan tetap memberikan pelayanan yang maksimal, karena hal tersebut menjadi standar bagi seluruh perusahaan jasa transportasi.
"Pelayanan harus menjadi standar bagi siapapun yang mengelola moda transportasi. Harga turun tetap maksimal, harga naik pun harus tetap maksimal," tutur Dudy.
Lebih lanjut, Dudy mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai kenaikan harga avtur dari pihak maskapai.
"Nanti kita lihat itu mungkin akan berpengaruh buat di bulan April. Jadi sejauh ini dari pihak airlines belum menyampaikan keluhannya," ujar Dudy