Penampilan para pebulutangkis Indonesia dalam rangkaian turnamen Eropa, termasuk German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters, menjadi sorotan. Meskipun tidak membawa pulang gelar juara, PBSI menilai terdapat perkembangan positif dalam daya saing para atlet.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa selain hasil akhir, berbagai aspek lain menjadi bagian penting dari proses pembinaan, terutama bagi pemain muda yang berlaga di Tur Eropa ini.
"Kalau melihat hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami melihat ada perkembangan yang cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia," ujar Eng Hian, melalui rilis yang diterima Bola.com, Selasa (24/3/2026).
Menurut Eng Hian, pengalaman bertanding di level tinggi menjadi modal penting dalam meningkatkan kematangan permainan dan mental bertanding para atlet. Konsistensi di momen-momen krusial menjadi aspek yang perlu ditingkatkan, yang menurutnya sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Hal ini terus dibenahi bersama tim pelatih.
Pelatih tunggal putra, Indra Wijaya, menyoroti perkembangan positif Alwi Farhan, terutama pencapaiannya di All England dan Swiss Open, termasuk kemenangannya atas Li Shifeng di semifinal Swiss Open. Namun, ia juga menyoroti perlunya peningkatan dalam pemulihan fisik agar performa Alwi tetap stabil.
"Di semifinal, penampilan Alwi sangat baik, terutama saat mengalahkan Li Shifeng yang secara level permainan sudah berada di atas. Tapi di final, performanya tidak sebaik saat semifinal," jelasnya.
Indra menambahkan bahwa Alwi masih perlu meningkatkan beberapa aspek, seperti fisik, kontrol emosi, dan penguasaan permainan.
Sementara itu, pelatih tunggal putri, Imam Tohari, menilai Putri Kusuma Wardani menunjukkan progres yang baik, meskipun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama. Ia menyoroti penampilan Putri di final Swiss Open yang belum maksimal karena faktor mental dan kontrol pikiran.
"Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran (kurang tenang dan kurang yakin) cukup memengaruhi penampilannya," jelas Imam.
Imam menekankan pentingnya kesiapan internal atlet untuk naik ke level yang lebih tinggi, termasuk pemahaman terhadap kendala diri, keberanian mengambil inisiatif, dan kepercayaan diri saat bertanding.
Dari sektor ganda putra, pelatih Antonius Budi Ariantho menilai penampilan Raymond/Joaquin pada debut mereka di All England 2026 sudah cukup baik dan memenuhi target. Evaluasi difokuskan pada aspek non-teknis seperti komunikasi, fokus, dan kemampuan menganalisa lawan, serta penguatan pertahanan dari sisi teknis.
Eng Hian menutup pembicaraan dengan menyatakan bahwa hasil di tur Eropa ini akan menjadi pijakan penting untuk langkah selanjutnya, dengan berbagai perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap dan terukur.