Aleksandar Dimitrov, pelatih Bulgaria, mengungkapkan kenangannya tentang Timnas Indonesia, Persija Jakarta, serta Stadion Menteng dan Lebak Bulus. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers menjelang FIFA Series 2026 di SUGBK, Jakarta.
Dimitrov sempat melontarkan celetukan "kapan juara" dalam bahasa Indonesia saat melihat wartawan dengan atribut Persija sebelum konferensi pers dimulai. Ia juga menyinggung Stadion Menteng dan Lebak Bulus yang kini telah berubah fungsi.
Kedekatan Dimitrov dengan sepak bola Indonesia tidak lepas dari kariernya sebagai pemain dan pelatih pada era 2000-an. Ia pernah membela Persija Jakarta pada 2002 dan Persegres Gresik United pada 2003-2004.
Setelah beralih profesi menjadi pelatih, Dimitrov menjadi asisten Ivan Kolev di Persipura Jayapura pada 2006-2007 dan Timnas Indonesia pada 2007.
Dimitrov membagikan pandangannya tentang perbedaan sepak bola Indonesia dulu dan sekarang. Ia menyoroti banyaknya pemain naturalisasi yang menghuni Timnas Indonesia saat ini.
"Itu adalah periode yang sangat indah bagi saya, baik sebagai pemain maupun pelatih. Karier kepelatihan saya dimulai dari sini," imbuh Dimitrov.
Menurutnya, perbedaan signifikan terletak pada komposisi pemain. "Perbedaan terbesar yang saya lihat sekarang adalah banyaknya pemain naturalisasi dalam Timnas Indonesia."
Dulu, kata Dimitrov, Timnas hanya mengandalkan pemain lokal dari liga domestik. Ia bahkan berani menyebut Indonesia saat itu memiliki salah satu tim terkuat dalam sejarahnya.
Tim Kepelatihan yang Lebih Besar
Perbedaan lain yang diamati Dimitrov adalah jumlah staf pelatih Timnas Indonesia saat ini yang lebih banyak dibandingkan saat ia masih menjadi bagian dari tim tersebut 19 tahun lalu.
"Perbedaan lainnya adalah jumlah staf pelatih yang sekarang jauh lebih banyak," terang Dimitrov.
"Saya rasa ini mulai sejak era Patrick Kluivert dan sekarang berlanjut dengan John Heitinga. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang positif," papar pelatih berusia 49 tahun itu.