Jan Olde Riekerink, pelatih Dewa United, menyatakan pandangannya terkait isu izin kerja pemain keturunan Indonesia yang kini menjadi perdebatan hangat di Belanda. Dilansir dari Bola.com, Riekerink menyoroti kurangnya penanganan cepat terhadap permasalahan ini, yang baru mencuat belakangan.
Meski demikian, Riekerink memilih untuk tidak terlalu jauh mengomentari aspek hukum dari persoalan ini. Ia menjelaskan bahwa kompetensinya bukan di bidang hukum, melainkan di bidang olahraga, meskipun ia memiliki gelar tertinggi di sana.
"Sejujurnya, saya memang bersekolah dan mengambil gelar tertinggi olahraga di Belanda, tapi saya tidak pernah belajar menjadi pengacara. Saya bisa saja punya opini, tapi saya tidak tahu aturannya seperti apa," ujar pelatih asal Belanda itu.
Riekerink juga mengungkapkan keheranannya mengapa masalah ini baru muncul ke permukaan saat ini. Ia berpendapat bahwa persoalan semacam ini seharusnya sudah terselesaikan sejak keputusan awal dibuat.
Arsitek berusia 63 tahun tersebut menekankan pentingnya kejelasan keputusan dari pihak berwenang mengenai status para pemain yang terdampak. Menurutnya, ketidakpastian justru merugikan baik klub maupun pemain itu sendiri.
"Hal terpenting sekarang adalah mereka segera membuat keputusan, bagaimana status para pemain tersebut. Sejujurnya, kalau pengacara saja tidak tahu, apakah Anda pikir saya bisa menjawabnya sekarang?" katanya.
Pelatih tersebut menegaskan bahwa isu ini seharusnya sudah diselesaikan dari awal, bukan baru menjadi polemik sekarang ini. Ketidakjelasan ini menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Isu Paspor dan Dampaknya di Liga Belanda
Polemik paspor memang tengah menjadi perhatian serius dalam kancah Liga Belanda. Permasalahan ini melibatkan beberapa pemain Timnas Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Belanda, namun kemudian memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Salah satu nama yang paling disorot adalah Dean James. Kasus ini mencuat setelah NAC Breda mengajukan protes resmi kepada Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) untuk meminta pengulangan pertandingan melawan Go Ahead Eagles.
Protes tersebut diajukan setelah NAC Breda menelan kekalahan telak 0-6. Dugaan muncul bahwa Dean James, yang merupakan bek andalan Go Ahead Eagles, tidak memenuhi syarat untuk tampil karena status kewarganegaraannya.
Sebagai pemain berstatus WNI, Dean James tidak lagi memegang paspor Belanda. Kondisi ini menempatkannya di luar kategori pemain Uni Eropa, sehingga ia wajib memenuhi syarat izin kerja, termasuk regulasi gaji minimum yang lebih tinggi.
Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, kasus yang melibatkan pemain seperti Dean James masih dalam tahap penyelidikan oleh otoritas terkait di Belanda. Federasi Organisasi Sepak Bola Profesional Belanda (FBO) bahkan telah mengeluarkan rekomendasi kepada klub-klub.
Rekomendasi tersebut menyarankan agar klub-klub untuk sementara tidak memainkan pemain yang tersangkut masalah paspor. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi sanksi dari Inspektorat Ketenagakerjaan.
Selain itu, para pemain yang terlibat juga sementara dilarang mengikuti latihan atau aktivitas klub. Sejumlah klub, seperti Go Ahead Eagles dan FC Emmen, telah mengambil langkah antisipasi dengan tidak memasukkan Dean James dan Tim Geypens ke dalam skuad mereka untuk sementara waktu.