Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang hingga 90 persen untuk diterima dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada Kamis, 7 Mei 2026. Kepastian ini disampaikan guna menjamin akses pendidikan bagi kalangan ekonomi rendah melalui berbagai jalur seleksi.
Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa keistimewaan bagi siswa miskin ini merupakan hasil kombinasi dari jalur afirmasi, domisili, dan prestasi. Sebagaimana dilansir dari Medcom, skema ini sengaja dirancang untuk memperbesar probabilitas penerimaan siswa dari keluarga tidak mampu di sekolah yang mereka inginkan.
"Keluarga tidak mampu itu justru punya 90 persen kesempatan untuk masuk di sekolah yang diinginkan," kata Gogot Suharwoto, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen dalam konferensi pers di Jakarta. Menurutnya, siswa yang memiliki irisan kondisi antara kemiskinan, lokasi rumah dekat sekolah, dan prestasi akademik memiliki peluang paling tinggi.
Analisis kementerian menunjukkan bahwa jalur afirmasi memberikan kuota khusus sebesar 30 persen bagi siswa kurang mampu. Jika siswa tersebut juga tinggal di area domisili yang dekat dengan sekolah atau memiliki prestasi tambahan, maka peluang kelulusannya dapat mencapai angka maksimal hingga 100 persen.
Sebaliknya, bagi siswa kurang mampu yang tinggal jauh dari sekolah namun memiliki prestasi, peluang diterimanya berada di angka 60 persen. Sementara itu, siswa dari keluarga tidak mampu yang tidak memiliki prestasi dan tinggal jauh dari lokasi sekolah tetap memiliki jaminan peluang sebesar 30 persen melalui jalur afirmasi murni.
Pemerintah menetapkan empat jalur utama dalam SPMB 2026, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Jalur afirmasi secara spesifik diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu serta penyandang disabilitas dengan syarat menyertakan kartu program bantuan pemerintah seperti PKH atau KIP.
Kemendikdasmen juga mengatur kuota minimal pada setiap jenjang pendidikan. Untuk jalur afirmasi, kuota yang disediakan adalah minimal 15 persen untuk tingkat SD, 20 persen untuk SMP, dan 30 persen untuk tingkat SMA. Proses seleksi ini dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Juli 2026 dengan prinsip transparan dan akuntabel.