Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia menargetkan pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia dapat terealisasi paling lambat pada Juni 2026 mendatang. Keputusan tersebut disepakati dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026) pagi.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari mandat yang diberikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuatik 2026. Melalui asosiasi tersebut, cabang olahraga polo air diharapkan memiliki manajemen organisasi yang lebih mandiri dan fokus dalam mengejar prestasi.
Dilansir dari Bola, Wakil Ketua Umum 2 PB Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang, menyatakan bahwa pembentukan wadah khusus ini diperlukan karena saat ini federasi masih menaungi lima disiplin olahraga sekaligus. Selain polo air, PB Akuatik juga mengelola renang, renang artistik, loncat indah, dan renang perairan terbuka.
"Hari ini kami melaksanakan focus group discussion untuk pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia. Ini merupakan rekomendasi Munas Akuatik kita yang terakhir, dan juga Rakernas Akuatik tahun 2026," kata Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum 2 PB Akuatik Indonesia.
Sarman menambahkan bahwa keberadaan asosiasi ini bertujuan untuk memaksimalkan pembinaan atlet di masa depan. Fokus manajemen yang lebih spesifik diharapkan mampu melahirkan inovasi baru guna meningkatkan prestasi polo air Indonesia ke level Asia hingga Olimpiade.
Dalam proses penyusunannya, PB Akuatik Indonesia akan melibatkan berbagai pihak terkait untuk membangun struktur organisasi yang kuat. Para pemangku kepentingan tersebut meliputi pengurus provinsi, pelatih, wasit, hingga para atlet polo air dari berbagai daerah.
Di sisi lain, persaingan prestasi akuatik nasional terus berlanjut di mana DKI Jakarta baru saja menambah dua medali emas pada Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 di GBK, Kamis (30/4/2026). Saat ini DKI Jakarta memimpin klasemen dengan total 29 emas, diikuti oleh Jawa Barat di posisi kedua.