Setiap musim baru di MotoGP terasa semakin berat bagi Marc Marquez, bukan karena usia, melainkan karena faktor lain.
Meskipun merasa belum terlalu tua di usia 33 tahun, juara dunia bertahan ini mengakui adanya tantangan fisik yang lebih besar.
Setelah mendominasi musim 2025 dengan 11 kemenangan dan merebut gelar ketujuh bersama Ducati, Marquez menyadari bahwa perjuangan di balik layar tidaklah mudah.
Saat tes pramusim di Buriram, Marquez mengungkapkan bahwa cedera menjadi penyebab utama beratnya setiap musim baru.
"Ini bukan soal usia. Ini soal cedera," jelas pembalap asal Spanyol tersebut.
Marquez merasa mentalnya masih sama agresifnya, namun tubuhnya membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih setelah cedera.
Proses persiapan musim baru semakin berat akibat cedera yang terus menerus menghantuinya. Bahkan, musim dingin kali ini dihabiskan untuk memulihkan patah tulang bahu serius akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di MotoGP Mandalika tahun lalu. Operasi membuatnya harus mengakhiri musim lebih cepat, dan ia baru kembali mengaspal pada Januari lalu.
Walaupun tampil solid dalam tes pramusim, Marquez belum menandatangani kontrak baru dengan Ducati. Ia ingin memastikan kondisi bahunya benar-benar pulih sebelum mengambil komitmen jangka panjang.
Ducati dikabarkan telah menawarkan kontrak dua tahun, dan pengumuman resminya diperkirakan akan dilakukan sebelum seri pembuka di Thailand. Jika tidak ada perubahan, ia akan berbagi garasi dengan Pedro Acosta musim depan, sementara Pecco Bagnaia disebut-sebut akan bergabung dengan Aprilia.