Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi dengan mendorong penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa transformasi penerima PKH menjadi anggota Kopdes Merah Putih merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Ferry, integrasi penerima program Kemensos seperti PKH, Bantuan Sosial (Bansos), dan Bantuan Sembako ke dalam koperasi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka.
Dengan menjadi anggota koperasi, penerima manfaat program diharapkan dapat mencapai kemandirian ekonomi di masa depan.
"Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini bisa meringankan tugas Kemensos untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi terobosan dan bisa kita lakukan di banyak tempat," ujar Ferry, Selasa (10/3/2026).
Ferry menjelaskan sejumlah keuntungan bagi keluarga penerima PKH jika bergabung dengan Kopdes/Kel Merah Putih. Salah satunya adalah kemudahan mengakses komoditas bersubsidi seperti pupuk dan gas LPG.
Selain berperan sebagai konsumen, anggota PKH juga berpotensi menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) pada akhir periode, yang merupakan akumulasi dari transaksi seluruh anggota Kopdes dan masyarakat umum.
"Ketika Kopdes punya profit, akan dibagikan kembali ke bapak ibu melalui SHU. Dengan begitu akan mengangkat derajat hidupnya dari desil 1 ke desil 2 dan seterusnya," jelas Menkop Ferry.
Presiden Prabowo Subianto, menurut Ferry, menginginkan agar masyarakat desa dan kelurahan tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi melalui Kopdes/Kel Merah Putih.
"Mereka didorong menjadi pelaku ekonomi, dan sekarang sudah dibuatkan badan usahanya, namanya koperasi desa kelurahan Merah Putih," imbuhnya.
Pembangunan gerai Kopdes Merah Putih terus dilakukan secara masif. Data dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang bekerja sama dengan TNI menunjukkan bahwa sekitar 32 ribu gerai, gudang, dan sarana pendukung telah dibangun. Sebanyak 2.200 di antaranya telah selesai 100% di seluruh Indonesia.
Ferry menekankan bahwa Kopdes Merah Putih akan menjadi offtaker produk masyarakat, termasuk produk UMKM lokal. Kemenkop akan mendorong inkubasi, kurasi, dan pembiayaan produk UMKM untuk dipasarkan melalui gerai Kopdes/Kel Merah Putih.
"Itu gunanya koperasi desa, menjadi offtaker dari produk masyarakat apakah peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain," tambah Ferry.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan dukungan penuh terhadap program ini. Di Jawa Timur, terdapat 5 juta keluarga penerima manfaat PKH dan bantuan lainnya, sementara di Kabupaten Pasuruan terdapat lebih dari 229 ribu keluarga. Saifullah juga mengingatkan agar bantuan sosial dimanfaatkan secara produktif.
"Kalau menerima bantuan tidak boleh untuk bayar utang atau membeli hal-hal yang merusak ekonomi keluarga seperti judi online dan miras. Setelah mendapatkan bansos, harapannya semangat untuk menjadi keluarga mandiri. Karena bansos itu sementara, berdaya itu selamanya," tuturnya.
Saifullah juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk mempererat kerja sama agar operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih berjalan lancar.
"Mari kita bersama-sama memastikan seluruh program sosial dari pemerintah pusat dapat menjadi pintu menuju kemandirian keluarga," imbuhnya.