Manchester United (MU) telah mengumumkan rencana penjualan klub. Beberapa nama muncul sebagai peminat, termasuk Sir Jim Ratcliffe dan Qatar Sports Investment. Proses jual beli ditargetkan selesai sebelum akhir musim. Ratcliffe berjanji akan menginvestasikan dana besar untuk revitalisasi MU dan mendatangkan pemain bintang.
Namun, sebelum Ratcliffe, ada beberapa tokoh lain yang juga sempat berupaya membeli klub yang bermarkas di Old Trafford ini.
Berikut adalah daftar nama-nama yang pernah mencoba mengakuisisi Manchester United:
1. Robert Maxwell
Pada tahun 1984, Robert Maxwell, pemilik media dan mantan anggota Parlemen, menunjukkan minatnya untuk membeli MU. Maxwell, yang saat itu dikabarkan sebagai agen mata-mata, juga pernah berencana menggabungkan Reading dan Oxford United. Namun, upayanya membeli MU gagal karena harga yang diminta oleh presiden klub saat itu, Martin Edwards, dianggap terlalu tinggi.
2. Michael Knighton
Michael Knighton, seorang pebisnis sukses asal Inggris, hampir mengakuisisi saham mayoritas Setan Merah pada tahun 1989. Knighton bahkan sempat tampil di lapangan dengan seragam lengkap, melakukan keepy-uppies sebelum pertandingan melawan Arsenal di Old Trafford. Sayangnya, konsorsium yang menghimpun dana untuk pembelian tersebut berantakan sebelum proses selesai.
3. Rupert Murdoch
Satu dekade kemudian, Rupert Murdoch, pemilik News Corporation, juga tertarik membeli United. Murdoch juga memiliki saham di Liverpool, Arsenal, dan Celtic. Tawarannya senilai 623,4 juta pounds telah disetujui oleh Edward, tetapi Departemen Perdagangan dan Industri mencegahnya karena penggabungan tersebut dinilai akan berdampak buruk pada persaingan antar lembaga penyiaran.
4. Muammar Gaddafi
Pada tahun 2004, hanya setahun sebelum Glazers membeli klub, Muammar Gaddafi, mantan diktator Libya, disebut-sebut berusaha membeli 39,9% saham John Magnier dan JP McManus di Manchester United.
"Orang-orang tidak menyadari betapa kesepakatan itu datang dari jauh ke Libya. Gadaffi hampir membeli klub tersebut," kata Mehmet Dalman, yang menjadi perantara kesepakatan dengan Glazers pada 2005.