Pengadilan Utrecht secara resmi menolak gugatan prosedur darurat yang diajukan klub Eredivisie, NAC Breda, terhadap Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) pada Senin, 4 Mei 2026. Putusan ini mengesahkan kemenangan 6-0 Go Ahead Eagles atas NAC Breda yang berlangsung pada Maret lalu.
Gugatan tersebut dilayangkan setelah NAC Breda memprotes status pemain Go Ahead Eagles, Dean James, yang dianggap tidak sah. Berdasarkan laporan dari Bola, bek tersebut kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah melakukan debut bersama Timnas Indonesia.
NAC Breda berargumen bahwa James seharusnya terdaftar sebagai pemain asing non-Uni Eropa dengan prosedur administrasi yang berbeda. Pihak klub berharap celah hukum ini dapat membatalkan hasil pertandingan demi mendulang poin untuk keluar dari zona degradasi.
Hakim dalam putusannya mengakui adanya kesalahan administratif mengenai status Dean James, namun tetap memenangkan KNVB. Hakim menilai federasi memiliki hak penuh atau diskresi dalam menentukan sanksi administratif tanpa kewajiban menggelar tanding ulang.
KNVB menegaskan bahwa perintah pertandingan ulang akan merusak integritas kompetisi karena terdapat potensi 133 laga lain yang bisa terdampak kasus serupa. Keputusan untuk mengulang laga dinilai akan mengacaukan seluruh jadwal liga yang sudah berjalan.
"Kami akan mempelajari dokumen putusan ini secara mendalam sebelum menentukan langkah selanjutnya, meskipun kami sudah berkomitmen untuk menghormati putusan hakim," ujar perwakilan klub NAC Breda dilansir dari Bola.
Penolakan ini membuat posisi NAC Breda semakin terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara Eredivisie. Secara matematis, peluang klub untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Belanda hampir tertutup akibat selisih gol yang kian memburuk.
Kekalahan telak 0-6 yang dinyatakan sah tersebut memastikan Go Ahead Eagles tetap berada di papan tengah klasemen. Sementara itu, NAC Breda kini harus bersiap menghadapi potensi turun kasta ke Keuken Kampioen Divisie pada musim mendatang.