Masa depan Pep Guardiola di Manchester City kembali menjadi perbincangan, meskipun kontraknya baru akan berakhir pada 2027. Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikannya mulai bermunculan, terutama setelah Manchester City tersingkir dari Liga Champions.
Menurut laporan, Guardiola akan memanfaatkan waktu setelah final Carabao Cup untuk mempertimbangkan langkah terbaik bagi dirinya dan klub. Beberapa nama pun telah dikaitkan dengan potensi suksesornya.
Beberapa nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti Pep Guardiola di Manchester City. Berikut adalah beberapa kandidat potensial:
Enzo Maresca
Enzo Maresca menjadi salah satu nama yang mencuat. Mantan manajer Chelsea ini sebelumnya dikaitkan dengan posisi pelatih Man City saat masih berada di klub London tersebut. Setelah meninggalkan Chelsea pada Januari lalu, Maresca kini tidak memiliki klub.
Selama 18 bulan masa jabatannya di Chelsea, ia berhasil mempersembahkan gelar Europa Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Selain itu, Maresca bukan orang asing bagi Man City, karena pernah dua kali bekerja di sana, termasuk sebagai asisten tim utama pada 2022. Saat ini, pelatih berusia 46 tahun itu disebut-sebut sebagai favorit bandar taruhan untuk menggantikan Guardiola.
Luis Enrique
Luis Enrique, pelatih berusia 55 tahun, juga menjadi kandidat potensial. Pada tahun 2008, ia menggantikan Guardiola di Barcelona B. Setelah melatih AS Roma dan Celta Vigo, Enrique meraih kesuksesan besar bersama tim utama Barcelona, dengan memenangkan dua gelar La Liga dan trofi Liga Champions 2015.
Setelah dua periode menangani Timnas Spanyol, reputasinya kembali bersinar setelah berhasil membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim lalu, sebuah trofi yang selama ini sulit diraih klub Prancis itu. Kontraknya dengan PSG berlaku hingga 2027, meskipun ada laporan tentang potensi perpanjangan.
Opsi Emosional: Xabi Alonso dan Vincent Kompany
Xabi Alonso juga masuk dalam daftar kandidat. Mantan gelandang Liverpool itu saat ini sedang tidak melatih setelah berpisah dengan Real Madrid pada Januari 2026. Sebelumnya, ia menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih saat menangani Bayer Leverkusen.
Guardiola adalah sosok yang membawa Alonso ke Bayern Munchen pada 2014. Setelah pensiun, Alonso meniti karier sebagai pelatih tim muda sebelum menangani Leverkusen pada 2022. Pada musim keduanya, ia mencatat sejarah dengan membawa Leverkusen meraih gelar Bundesliga pertama mereka tanpa terkalahkan sepanjang musim, serta memenangkan DFB-Pokal 2024.
Vincent Kompany menawarkan opsi yang sarat nilai emosional. Legenda Manchester City ini kini sukses sebagai manajer. Banyak yang terkejut saat ia ditunjuk menggantikan Thomas Tuchel di Bayern Munchen pada 2024. Namun, Kompany menjawab tantangan itu dengan mempersembahkan gelar Bundesliga musim lalu.
Kompany pernah bermain di bawah asuhan Guardiola selama tiga musim terakhirnya di Man City. Meskipun kembali ke Etihad akan terasa istimewa, ia baru saja memperpanjang kontrak bersama Bayern hingga 2029.
Pep Lijnders: Opsi Internal Kejutan
Pep Lijnders, mantan asisten Jurgen Klopp di Liverpool, adalah pilihan yang mungkin dianggap di luar dugaan. Ia bergabung dengan staf kepelatihan Guardiola pada Juni 2025. Lijnders memiliki pengalaman sebagai pelatih kepala di NEC Nijmegen dan Red Bull Salzburg.
Dalam sejarah Barcelona, Guardiola pernah digantikan oleh asistennya sendiri, mendiang Tito Vilanova, pada 2012. Preseden tersebut bisa saja menjadi inspirasi bagi City jika ingin melanjutkan kesinambungan filosofi permainan dari dalam.
Dengan kontrak Guardiola yang masih berlaku hingga 2027, keputusan akhir belum akan diambil dalam waktu dekat. Namun, Manchester City tampaknya sudah memiliki sejumlah opsi kuat untuk melanjutkan dominasi mereka di era pasca-Guardiola, jika sang pelatih memutuskan mengakhiri masa jabatannya lebih cepat.