Ringgit Malaysia Menguat di Tengah Pelemahan Rekor Rupiah

Mata uang ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS pada Jumat (17/4/2026) di saat rupiah jatuh ke level terendah sepanjang masa.

Nilai tukar ringgit Malaysia mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 17 April 2026 pagi, didorong oleh sentimen domestik yang positif menjelang rilis estimasi awal pertumbuhan ekonomi nasional. Kenaikan mata uang negara jiran ini terjadi di tengah kondisi pasar yang optimistis terhadap kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2026.

Berdasarkan data perdagangan pukul 08.00 waktu setempat, ringgit menguat ke level 3,9505/9565 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan Kamis yang berada di angka 3,9520/9560. Dilansir dari Detik Finance, penguatan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Malaysia di pasar regional.

Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, memproyeksikan ringgit akan terus bertahan pada kisaran RM 3,95 sepanjang hari ini. Fokus utama pelaku pasar tertuju pada pengumuman estimasi awal PDB kuartal I-2026 yang diharapkan menjadi katalis tambahan.

"Semua perhatian tertuju pada estimasi awal PDB kuartal I-2026, dengan proyeksi median sebesar 5,5% (kuartal IV 2025: 6,3%). Data ini berpotensi mendukung penguatan ringgit," kata Dr Mohd Afzanizam Abdul Rashid, Kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd.

Kondisi kontras justru menimpa mata uang rupiah Indonesia yang terpantau melemah signifikan hingga 0,27 persen atau turun 47 poin ke level Rp 17.185 per dolar AS pada siang hari. Angka tersebut menjadi catatan nilai terendah rupiah sepanjang masa di pasar uang internasional.

Di sisi global, prospek perdamaian di Timur Tengah turut memberikan dampak positif pada selera risiko investor. Peluang tercapainya gencatan senjata permanen serta kemajuan perundingan antara AS dan Iran dinilai menjadi faktor eksternal yang mendukung mata uang negara berkembang, termasuk ringgit.

Selain terhadap dolar AS, ringgit juga mencatatkan apresiasi terhadap mata uang utama dunia lainnya. Tercatat ringgit menguat terhadap pound sterling di level 5,3431/3512, euro pada 4,6537/6608, dan yen Jepang di posisi 2,4812/4851.

Dominasi ringgit juga terlihat pada nilai tukar lintas negara ASEAN. Mata uang tersebut tercatat naik terhadap dolar Singapura menjadi 3,1026/1078, baht Thailand di 12,3222/3502, serta sedikit menguat terhadap peso Filipina, sementara pergerakannya terhadap rupiah stabil pada kisaran 230,5/230,9.

Recommended