Penjualan SBSN Ritel BCA Tembus Rp20 Triliun, Investor Meningkat

Penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel BCA menembus Rp20 triliun pada 2025, didorong peningkatan jumlah investor.

Minat masyarakat terhadap investasi berbasis syariah terus meningkat. Penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel melalui PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menembus Rp20 triliun sepanjang 2025.

Capaian ini didorong oleh pertumbuhan jumlah investor yang bertransaksi melalui BCA, meningkat lebih dari 19 persen secara tahunan hingga akhir Desember 2025. Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi yang aman dan mudah diakses.

Senior Vice President Wealth Management BCA, Dessy Nathalia, menyatakan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat dalam SBSN mencerminkan kesadaran yang lebih baik terhadap perencanaan keuangan jangka panjang.

Menurut Dessy, SBSN menawarkan potensi pendapatan pasif yang relatif aman dan mudah diakses, sehingga menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor pemula.

"Hal ini menjadikan SBSN sebagai salah satu pintu masuk bagi investor pemula untuk mulai membangun kebiasaan investasi," tegas dia.

BCA terus berupaya memperluas literasi keuangan dan meningkatkan inklusi investasi di Indonesia. Partisipasi masyarakat dalam instrumen negara seperti SBSN dinilai penting dalam mendukung pembiayaan nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Sebagai mitra distribusi (Midis) Kementerian Keuangan, BCA memfasilitasi penjualan empat seri SBSN ritel di pasar perdana sepanjang tahun. Instrumen ini diminati karena menawarkan imbal hasil stabil berbasis prinsip syariah.

BCA juga menerima penghargaan sebagai Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara Ritel (SBSN) Terbaik 2025 atas komitmennya meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses investasi.

Kemudahan akses melalui aplikasi myBCA maupun KlikBCA Individu menjadi faktor pendorong utama. Transaksi di pasar sekunder dapat dilakukan melalui fitur investasi di aplikasi atau kantor cabang yang melayani obligasi.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan para nasabah untuk berinvestasi melalui BCA. Ke depan, BCA akan senantiasa melanjutkan komitmen dalam memperkuat literasi keuangan dan memastikan layanan investasi semakin inklusif untuk diakses oleh masyarakat dari berbagai segmen. Partisipasi publik dalam instrumen SBSN merupakan elemen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” pungkas Dessy.

Recommended