Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dikabarkan bakal mengundurkan diri dari posisinya pada akhir musim ini. Seperti dilansir dari Bola, manajemen klub berjuluk The Sky Blues tersebut dilaporkan bersiap menunjuk Enzo Maresca sebagai suksesor.
Kabar dari media Inggris menyebutkan bahwa Guardiola memilih menyudahi masa baktinya setelah pertandingan pamungkas Liga Inggris musim ini melawan Aston Villa. Keputusan tersebut diambil meskipun masa kontraknya di Stadion Etihad sebenarnya masih menyisakan satu tahun lagi hingga 2027.
Juru taktik asal Spanyol tersebut tampaknya merasa masa kepemimpinannya selama 10 tahun di Manchester City sudah berjalan cukup lama. Sejak didatangkan dari Bayern Munchen pada tahun 2016, mantan pelatih Barcelona ini sukses mengubah klub menjadi kekuatan dominan di kompetisi domestik.
Guardiola tercatat sudah menyumbangkan enam gelar juara liga untuk City. Koleksi tersebut masih berpeluang bertambah menjadi tujuh trofi andai Manchester City mampu menyalip posisi Arsenal pada pertandingan terakhir musim ini.
Selain trofi liga, ia juga sukses mempersembahkan tiga gelar Piala FA, lima Piala Liga Inggris, serta satu trofi Liga Champions. Gelar Eropa tersebut diraih sebagai bagian dari catatan treble bersejarah pada musim 2022/2023.
Pihak internal klub dilaporkan sudah mulai mengonfirmasi kabar kepergian ini kepada para sponsor utama. Pengumuman resmi mengenai keputusan besar ini diperkirakan bakal dirilis ke publik pada hari Minggu mendatang.
Agenda perpisahan bakal dilanjutkan dengan acara parade bus terbuka di jalanan kota Manchester. Konvoi perayaan yang direncanakan berlangsung selama satu jam tersebut akan melewati kawasan Northern Quarter sebelum berakhir di area tribun Colin Bell di Stadion Etihad.
Beberapa nama pelatih mulai dikaitkan dengan rumor pengisian jabatan kosong di Etihad. Mantan kapten sekaligus legenda klub yang kini menangani Bayern Munchen, Vincent Kompany, sempat muncul sebagai salah satu kandidat.
Nama manajer lain seperti Oliver Glasner dan Luis Enrique juga sempat masuk dalam radar pengamatan manajemen City. Namun, radar pencarian kini mengerucut kepada sosok Enzo Maresca yang dinilai menjadi pilihan terdepan untuk memimpin tim pada musim depan.
Pelatih asal Italia tersebut dikabarkan sudah berada dalam tahapan negosiasi yang sangat dekat untuk mencapai kesepakatan resmi dengan pihak manajemen City.
Rumor kepergian sang manajer ini muncul di tengah ketatnya persaingan perebutan takhta juara kompetisi. Nasib juara Manchester City saat ini sangat bergantung pada hasil pertandingan yang dilakoni oleh Arsenal.
Manchester City sekarang menempati posisi kedua dengan selisih lima poin di belakang Arsenal, sementara kompetisi tinggal menyisakan dua pertandingan. Jika Arsenal memenangkan laga terakhirnya melawan Crystal Palace, maka gelar juara dipastikan jatuh ke tangan mereka.
Catatan Perjalanan Karier Manajer
Guardiola mengawali kiprah kepelatihannya lewat jalur akademi di Barcelona, tempat di mana ia juga pernah bermain sebanyak hampir 300 kali. Ia naik pangkat menjadi pelatih tim utama Barcelona pada periode 2008 hingga 2012 dengan sumbangan tiga gelar liga dan dua trofi Liga Champions.
Petualangan kariernya berlanjut ke Jerman bersama Bayern Munchen. Di kompetisi Bundesliga, ia mengukir dominasi dengan menyabet tiga gelar juara liga secara berturut-turut dalam tiga musim kepemimpinannya.
Manajemen Manchester City kemudian mendaratkan Guardiola ke Inggris untuk menggantikan posisi Manuel Pellegrini pada musim panas 2016. Pada laga debutnya, ia mencatatkan kemenangan tipis 2-1 saat menjamu Sunderland.
Musim perdana di Inggris berjalan kurang mulus setelah City menyudahi kompetisi di peringkat ketiga. Catatan tersebut menjadi momen pertama dalam karier kepelatihan Guardiola di mana ia gagal mempersembahkan satu pun trofi juara dalam satu musim penuh.
Respons cepat ditunjukkan pada jendela transfer berikutnya dengan mendatangkan pilar baru seperti Kyle Walker dan Bernardo Silva. Langkah tersebut membuahkan hasil berupa gelar juara Liga Inggris yang diiringi dengan pemecahan rekor raihan 100 poin.
Pada musim berikutnya, Guardiola menorehkan sejarah baru sebagai pelatih pertama yang membawa tim pria meraih treble domestik di Inggris, meski prestasi di kancah Liga Champions saat itu belum berhasil digapai.
Ambisi Eropa tersebut baru terwujud pada musim 2022/2023 setelah Manchester City menumbangkan Inter Milan di laga final. Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi raihan treble kontinental bersama trofi Piala FA dan gelar Liga Inggris ketiga secara beruntun.
Dinamika Personal dan Rencana Transfer Klub
Di balik gemilangnya prestasi di atas lapangan hijau, kehidupan personal sang manajer sempat diterpa kabar kurang sedap. Tahun lalu, Guardiola resmi berpisah dengan Cristina Serra, wanita yang telah mendampinginya selama 30 tahun pernikahan.
Proses perceraian keduanya diselesaikan secara baik-baik demi menjaga hubungan psikologis anak-anak mereka. Kedua belah pihak bahkan sepakat untuk menunjuk perwakilan hukum atau pengacara yang sama selama proses hukum berlangsung.
Hubungan interpersonal keduanya sudah terjalin sejak Guardiola masih berusia 18 tahun. Dalam sebuah kelakar, Guardiola pernah menyebut bahwa sang istri memiliki peran besar dalam memilih pakaian modis yang ia kenakan di pinggir lapangan saat pertandingan.
Perpisahan tersebut terjadi hanya berselang beberapa bulan setelah keputusan Guardiola memperpanjang masa baktinya di City hingga 2027. Serra memilih kembali bermukim di Barcelona untuk fokus mengurus jaringan bisnis fashion miliknya.
Rencana kepergian Guardiola dari Stadion Etihad dilaporkan bukan menjadi satu-satunya eksodus besar yang bakal dihadapi klub pada jendela transfer musim panas ini. Beberapa pemain pilar yang sudah lama mengabdi, termasuk Bernardo Silva dan John Stones, juga dilaporkan membuka peluang untuk angkat kaki dari Manchester City.