Penyerang Timnas Indonesia Ronaldo Kwateh mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan penuh kedua orang tuanya dalam meniti karier sebagai pesepak bola profesional pada sebuah wawancara yang diunggah Jumat (8/5/2026).
Pemain kelahiran Bantul tersebut menegaskan bahwa keberhasilannya menembus level nasional tidak lepas dari bimbingan sang ayah, Roberto Kwateh, dan kesetiaan ibunya dalam menemani sesi latihan sejak usia dini.
Dilansir dari Bola, Roberto Kwateh merupakan mantan pemain asing asal Liberia yang pernah membela berbagai klub besar di Indonesia seperti PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, hingga Persitara Jakarta Utara.
Ronaldo mulai memahami profesi ayahnya saat berusia sekitar empat tahun, tepatnya ketika sang ayah membantu Deltras Sidoarjo meraih posisi runner-up dan promosi ke kasta tertinggi liga Indonesia saat itu.
Karier Ronaldo sendiri dimulai sejak ia didaftarkan ke sekolah sepak bola (SSB) di Yogyakarta pada usia empat tahun atas inisiatif sang ibu meskipun usianya saat itu belum memenuhi syarat minimal.
"Waktu kecil sih sudah sering lihat papa. Terus kalau papa juga latihan saya sudah ikut ke lapangan terus. Jadi memang dari kecil sudah tahu sih kalau papa itu pemain sepak bola," kata Ronaldo Kwateh, Penyerang Timnas Indonesia.
Selama masa kecilnya, Ronaldo sering berpindah kota mengikuti domisili klub ayahnya, termasuk melakukan perjalanan jauh ke Wamena saat sang ayah memperkuat Persiwa.
Peran sang ibu dinilai sangat krusial karena selalu setia mengantar dan menunggu Ronaldo berlatih di saat ayahnya harus bertanding ke luar kota dalam waktu yang lama.
Pemain berusia 21 tahun ini mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang melakoni debut di timnas senior saat berusia 17 tahun dalam laga kontra Timor Leste pada Januari 2022.
Meskipun sempat mengalami cedera ligamen lutut (ACL) saat membela Semen Padang, Ronaldo terus berupaya menjaga performanya setelah sempat berkarier di klub Thailand, Muangthong United.