Pemilik kendaraan roda empat diimbau untuk disiplin dalam melakukan perawatan dan penggantian filter bahan bakar secara rutin guna menjaga efisiensi konsumsi energi pada Senin (4/5/2026). Langkah preventif ini krusial dilakukan untuk meminimalisir kerusakan komponen mesin akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan.
Kualitas bahan bakar yang menurun atau kotor berisiko menyebabkan penurunan performa mesin hingga kerusakan permanen pada sistem injeksi. Dilansir dari Medcom, penggunaan BBM di bawah standar yang dianjurkan dapat memicu gejala mesin mengelitik atau knocking serta risiko overheat.
"Worry-free, dengan memakai BBM sesuai rekomendasi justru akan menjaga efisiensi mesin dan membuat mobil tidak rakus meminum BBM. Hal lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kondisi mesin dimana salah satu yang terpenting adalah filter BBM," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.
Filter bahan bakar mengemban tugas vital dalam menyaring kotoran sebelum cairan masuk ke pompa, injektor, hingga ruang bakar. Penumpukan kotoran pada filter akan menghambat aliran suplai energi yang mengakibatkan operasional mesin menjadi tidak stabil.
Beberapa indikasi filter bahan bakar mulai kotor meliputi mesin yang sulit dihidupkan serta putaran mesin (RPM) yang naik-turun saat posisi idle. Selain itu, tarikan mobil yang terasa tersendat saat dipacu menunjukkan proses pembakaran tidak berjalan optimal akibat sumbatan pada saluran.
Gejala lebih lanjut dari kerusakan filter ini adalah mesin yang mati mendadak secara tiba-tiba, terutama ketika kendaraan mendapatkan beban kerja yang tinggi. Kondisi tersebut jika dibiarkan akan mempercepat kerusakan injektor yang membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.
Pihak Auto2000 menegaskan bahwa membersihkan filter lama tidak akan memberikan hasil yang setara dengan pemasangan komponen baru. Penggantian berkala menjadi satu-satunya cara untuk memastikan pasokan bahan bakar ke ruang bakar tetap bersih dan berkualitas.