Pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara dalam pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 menampilkan perbedaan menarik dalam komposisi skuad kedua tim promosi ini.
PSIM Yogyakarta menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan Persijap Jepara menjelang pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Rabu (11-3-2026) pukul 20.30 WIB.
Saat ini, Laskar Mataram menduduki peringkat ke-8 klasemen dengan 37 poin dari 24 pertandingan, sementara Laskar Kalinyamat berada di posisi ke-15 dengan 20 poin, berjuang menghindari degradasi.
Perbedaan ini sebagian berasal dari strategi perekrutan pemain yang berbeda di awal musim.
Kualitas skuad kedua tim promosi ini tampak berbeda, dengan PSIM memiliki nilai pasar yang jauh lebih tinggi.
PSIM menjadi tim promosi dengan skuad termahal, mencapai Rp87,34 miliar, berkat perekrutan pemain bintang, termasuk pemain asing dengan rekam jejak yang terbukti di Indonesia.
Persijap, di sisi lain, memiliki nilai pasar yang lebih rendah, yaitu Rp63,88 miliar, menempatkannya di antara tiga tim dengan nilai pasar terendah di BRI Super League. Rata-rata, setiap pemain Persijap bernilai sekitar Rp1,94 miliar.
Perombakan Tim yang Kontras
PSIM dan Persijap mengambil pendekatan berbeda dalam perburuan pemain di awal musim. PSIM mempertahankan sebagian besar komposisi tim hingga putaran kedua, sementara Persijap melakukan perombakan besar.
PSIM hanya mendatangkan satu pemain asing baru, Jop van der Avert, di bursa transfer paruh musim. Sebaliknya, Persijap merekrut enam pemain asing baru: Jose Arroyo, Aly Ndom, Borja Martinez, Borja Herrera, Lucas Morelatto, dan Iker Guarrotxena. Akibatnya, Persijap harus melepas beberapa pemain asing yang bermain di putaran pertama, seperti Rosalvo Junior, Rodrigo Moura, Douglaz Cruz, dan Elvis Sakyi.
Kontribusi Pemain Asing
Perbedaan lainnya terletak pada kontribusi pemain asing. PSIM memiliki pemain andalan yang konsisten, seperti Ze Valente, kapten tim dengan delapan gol dan empat assist, serta Ezequiel Vidal dengan lima gol dan enam assist. Nermin Haljieta menyumbangkan empat gol dan lima assist, dan bahkan bek tengah Franco Ramos Minggo mencetak empat gol.
Sebaliknya, pemain asing Persijap tidak banyak memberikan kontribusi, kecuali Carlos Franca dengan tujuh gol dan dua assist. Rekrutan baru, Iker Guarrotxena, mulai menunjukkan performa yang baik dengan tiga gol.