Konsumen otomotif perlu mencermati tiga standar pengujian berbeda yakni NEDC, WLTP, dan CLTC yang digunakan produsen untuk mengukur efisiensi serta jarak tempuh kendaraan pada Selasa, 5 Mei 2026. Perbedaan metode ini seringkali menyebabkan munculnya angka klaim konsumsi energi yang bervariasi pada brosur mobil baru.
Ketiga prosedur tersebut dirancang guna mensimulasikan penggunaan kendaraan dalam kondisi tertentu dengan tingkat akurasi yang tidak seragam. Dilansir dari Medcom, standar pengujian ini memiliki spesifikasi teknis mulai dari durasi tes hingga variasi kecepatan yang memengaruhi hasil akhir penilaian efisiensi.
Metode Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure (WLTP) saat ini menjadi acuan global paling realistis karena melibatkan durasi pengujian sekitar 30 menit. WLTP mencakup simulasi kondisi jalan perkotaan hingga jalan tol dengan variasi kecepatan dari rendah sampai tinggi untuk mendapatkan data yang mendekati penggunaan nyata.
Sebaliknya, New European Driving Cycle (NEDC) merupakan standar lama yang sering mendapatkan kritik karena hasilnya dianggap terlalu optimistis. Pengujian NEDC dilakukan di laboratorium selama 20 menit dengan akselerasi yang sangat halus dan kecepatan rendah, sehingga sulit dicapai dalam kondisi berkendara sehari-hari.
Sementara itu, standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC) dikembangkan secara khusus untuk menyesuaikan karakter lalu lintas di China yang padat. Fokus utama CLTC adalah kondisi stop-and-go dengan dominasi kecepatan rendah hingga menengah dalam durasi pengujian sekitar 30 menit.
Hasil jarak tempuh mobil listrik pada pengujian CLTC biasanya lebih tinggi daripada WLTP karena efisiensi optimal mesin listrik tercapai pada kecepatan rendah. Namun, untuk kendaraan berbahan bakar bensin, metode CLTC justru berpotensi menunjukkan angka konsumsi bahan bakar yang lebih boros akibat seringnya simulasi berhenti dan jalan.
Pemahaman terhadap karakteristik ketiga standar pengujian ini bertujuan agar konsumen dapat lebih bijak dalam membaca spesifikasi teknis kendaraan. Penyesuaian antara klaim pabrikan dengan kebutuhan penggunaan harian menjadi poin penting sebelum melakukan pembelian unit mobil listrik maupun konvensional.