Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan sekitar 64,5 persen pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan perempuan yang mayoritas bergerak pada sektor industri kreatif hingga Minggu (26/4/2026).
Dominasi perempuan dalam sektor ini didorong oleh perkembangan teknologi digital yang membuka peluang perluasan pasar secara fleksibel. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, selain kreativitas, manajemen keuangan yang sehat menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan bisnis tersebut.
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando menyatakan bahwa pemahaman finansial yang baik diperlukan agar usaha dapat berkembang secara konsisten. Hal ini mencakup kemampuan mengelola arus kas hingga ketepatan dalam pengambilan keputusan finansial.
"Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial," ujar Willy Apriando, dalam siaran pers yang diterima pada Minggu (26/4/2026).
Willy menambahkan bahwa profil nasabah di lembaganya menunjukkan sekitar 40 persen merupakan solopreneur. Kondisi tersebut mendorong penyediaan ekosistem usaha melalui program pembelajaran seperti Solopreneur Academy untuk membantu pelaku usaha berkembang secara terarah.
Pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025, Liya Tsabitah, menjelaskan bahwa membangun usaha dari hobi memerlukan kedisiplinan dalam memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Menurutnya, penggunaan fitur perbankan yang memisahkan rekening tabungan dan transaksi membantu pengaturan arus kas menjadi lebih optimal.
Co-Founder of KopiSoe, Sylvia, menegaskan bahwa ide yang kuat dalam bisnis kreatif tidak akan bertahan lama tanpa fondasi finansial yang sehat. Tanpa disiplin dalam mengelola biaya dan pengambilan keputusan berbasis data, sebuah bisnis akan sulit untuk melakukan ekspansi jangka panjang.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, layanan perbankan kini mulai menyediakan fitur tabungan otomatis serta kredit pembiayaan untuk operasional usaha. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perempuan pelaku UMKM terhadap stabilitas perekonomian nasional.