Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menginstruksikan skuat Persib Bandung untuk menyapu bersih kemenangan di enam laga sisa musim 2025/2026 demi mengejar target juara. Penegasan ini disampaikan Umuh pada Rabu (22/4/2026) menyusul kekecewaan terhadap kinerja pengadil lapangan.
Target poin penuh tersebut menjadi harga mati bagi Maung Bandung guna mewujudkan ambisi hattrick gelar juara liga. Dilansir dari Bola, manajemen menekankan agar para pemain tidak lagi kehilangan poin, baik melalui hasil imbang maupun kekalahan di pertandingan mendatang.
Sorotan tajam diarahkan pada hasil imbang 2-2 saat melawan Dewa United di Serang beberapa waktu lalu. Umuh menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang mengesahkan dua gol lawan meskipun terdapat indikasi pelanggaran yang jelas sebelum gol tercipta.
Manajemen mengklaim gol pertama Dewa United diawali oleh bola yang sudah keluar garis lapangan, sementara gol kedua dianggap melibatkan pelanggaran handball. Umuh mempertanyakan efektivitas Video Assistant Referee (VAR) yang tidak digunakan untuk meninjau dua momen krusial tersebut.
"Yang saya tidak mengerti. Liga ini kan punya VAR. Tapi kenapa saat terjadi dua kejadian itu VAR tidak dibuka?" ujar Umuh Muchtar, Komisaris PT PBB. Ia menambahkan bahwa tayangan ulang televisi telah memperlihatkan kesalahan keputusan tersebut secara gamblang kepada publik.
Menyikapi kondisi ini, Umuh meminta Satgas Mafia Wasit untuk memantau sisa kompetisi guna menjaga integritas sepak bola nasional. Ia memperingatkan agar perangkat pertandingan lebih jeli dan memfungsikan teknologi bantuan wasit secara maksimal di lapangan.
Persib Bandung kini fokus mempersiapkan mental dan fisik pemain untuk menghadapi jadwal padat di pengujung musim. Pengawasan ketat terhadap kinerja wasit diharapkan dapat meminimalisir faktor non-teknis yang berpotensi merugikan tim dalam persaingan menuju tangga juara.