Presiden Real Madrid Florentino Perez mendatangi ruang ganti pemain di Allianz Arena untuk memberikan teguran keras setelah timnya dipastikan tersingkir dari perempat final Liga Champions pada Rabu, 15 April 2026 malam waktu setempat.
Kekalahan agregat 4-6 dari Bayern Munchen tersebut membuat raksasa Spanyol ini terancam mengakhiri musim tanpa raihan trofi untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sebagaimana dilansir dari Bola.
Dalam laporannya, Bola menyebutkan bahwa Perez menyampaikan kritik tajam terkait performa keseluruhan tim di hadapan para pemain dan staf kepelatihan pimpinan Alvaro Arbeloa tak lama setelah laga usai.
"Satu musim tanpa gelar adalah kegagalan karena kita adalah Real Madrid, tetapi dua musim tanpa gelar itu tidak bisa diterima," tegas Florentino Perez, Presiden Real Madrid, saat berbicara kepada skuadnya di ruang ganti.
Perez juga menyoroti tanggung jawab para pemain yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi klub, terutama mengingat besarnya investasi transfer yang telah dikeluarkan manajemen pada musim ini.
Manajemen Real Madrid tercatat telah menggelontorkan dana sekitar 180 juta euro untuk mendatangkan pemain baru seperti Trent Alexander-Arnold, Franco Mastantuono, Dean Huijsen, dan Alvaro Carreras.
Namun, dalam laga krusial tersebut, hanya Alexander-Arnold yang tampil sebagai starter, sementara pemain muda lainnya lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan atau masuk sebagai pemain pengganti.
Kondisi internal semakin tertekan dengan catatan sejarah baru di mana tidak ada satu pun pemain berkebangsaan Spanyol yang masuk dalam susunan pemain inti Real Madrid pada pertandingan kompetisi Eropa tersebut.
Saat ini, klub berjuluk Los Blancos itu juga tertinggal sembilan poin dari Barcelona di klasemen Liga Spanyol, yang semakin memperkecil peluang mereka untuk meraih gelar domestik musim ini.
Tekanan kini mengarah pada posisi pelatih Alvaro Arbeloa, meski manajemen dilaporkan masih mempertimbangkan opsi jangka panjang seperti Jurgen Klopp atau Didier Deschamps untuk memimpin tim musim depan.