Uston Nawawi Ungkap Perjalanan Karier dan Loyalitas di Persebaya

Legenda Persebaya Uston Nawawi menceritakan dedikasinya selama tiga periode sebagai pemain hingga kini menjadi pelatih bagi klub asal Surabaya tersebut.

Legenda sepak bola Indonesia Uston Nawawi membagikan kisah dedikasi panjangnya bersama Persebaya Surabaya mulai dari masa pemain hingga menjadi pelatih pada Jumat (8/5/2026). Sosok yang identik dengan nomor punggung sepuluh ini tercatat telah memenangkan tiga gelar Liga Indonesia bagi tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Dilansir dari Bola, Uston memperkuat Persebaya dalam tiga periode berbeda, yakni pada tahun 1995–2003, 2004–2008, dan terakhir pada 2012–2013. Kesuksesannya di level klub turut membawanya menjadi pilar lini tengah Timnas Indonesia yang tidak tergantikan dalam kurun waktu 1997 hingga 2004.

Selama membela panji Merah Putih, Uston berhasil meraih berbagai prestasi prestisius. Beberapa di antaranya adalah medali perak SEA Games 1997, peringkat ketiga Piala AFF 1998, serta juara Piala Kemerdekaan tahun 2000.

Kecintaan pria kelahiran Sidoarjo ini terhadap dunia sepak bola rupanya berawal dari bimbingan sang ayah yang merupakan seorang wasit lokal. Sejak kelas 4 SD, Uston sudah mulai mengasah kemampuannya di sekolah sepak bola sebelum akhirnya merantau ke Surabaya untuk mengejar karier profesional.

"Kalau kita mau berkembang dan terus berproses jadi pemain profesional, ya harus ke Surabaya. Soalnya di Sidoarjo belum ada muaranya waktu itu," kata Uston Nawawi, Direktur Teknik Persebaya Surabaya.

Menariknya, posisi asli Uston saat merintis karier bukanlah gelandang serang, melainkan seorang libero dalam formasi 3-5-2. Perubahan posisi baru terjadi setelah ia pindah ke Surabaya dan mendapatkan arahan untuk lebih fokus menyerang, hingga akhirnya ia terpilih mengikuti program pelatihan Baretti di Italia pada tahun 1995.

Setelah pulang dari Italia pada 1997, ia langsung menembus skuad utama Persebaya yang saat itu dihuni pemain bintang seperti Jacksen F. Tiago dan Carlos De Mello. Momentum juara liga pada tahun tersebut menjadi pembuka pintu baginya untuk masuk ke skuad nasional Indonesia.

Kini, pengabdian Uston berlanjut di kursi kepelatihan setelah sebelumnya sempat menangani tim Persebaya U-20 dan bertindak sebagai pelatih sementara tim senior. Loyalitasnya membuat ia tetap menjadi figur yang sangat dihormati oleh para pendukung setia klub hingga saat ini.

Recommended