Posisi kiper utama Timnas Indonesia menjadi ajang persaingan sengit antara Maarten Paes dan Emil Audero menjelang FIFA Series 2026. John Herdman dihadapkan pada pilihan sulit untuk menentukan siapa yang akan menjadi starting XI.
Salah satu dari mereka harus rela memulai pertandingan dari bangku cadangan saat Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada Jumat (27/3/2026) malam WIB.
Hermansyah, mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an, mengakui sulitnya memilih antara Audero dan Paes. "Sebagai pelatih dan mantan kiper, saya cukup sulit memilih antara Emil atau Paes. Karena keduanya kiper terbaik di Timnas Indonesia dengan jam terbang di Serie dan Liga Belanda," kata Hermansyah.
Ia menambahkan bahwa kedua pemain memiliki kualitas yang setara, baik dari segi teknis maupun mental bertanding. Keputusan akhir berada di tangan pelatih kiper yang akan mengamati kondisi terakhir kedua pemain sebelum menentukan susunan pemain.
Secara objektif, Hermansyah cenderung memilih Maarten Paes. "Alasan saya, karena Paes lebih lama bermain di Timnas Indonesia. Sehingga komunikasi dan chemistry dia dengan pemain belakang lebih baik dibanding Emil," ujarnya.
Selain itu, motivasi Paes juga meningkat sejak bergabung dengan Ajax Amsterdam. Bermain di klub elite seperti Ajax meningkatkan kepercayaan dirinya saat membela Timnas Indonesia.
Selain Timnas Indonesia, FIFA Series 2026 juga diikuti oleh Timnas Bulgaria, Timnas Kepulauan Solomon, dan Timnas Saint dan Nevis. Pertandingan akan digelar di SUGBK Jakarta Pusat pada 27-30 Maret 2026.
Kemenangan dalam dua pertandingan FIFA Series 2026 akan sangat penting bagi Timnas Indonesia untuk meningkatkan posisi mereka di ranking FIFA. John Herdman menyatakan bahwa timnya telah membangun budaya kerja baru, menyatukan staf lokal dan internasional, serta membawa pemain baru.