Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, memastikan pihak operator liga siap menyediakan trofi di dua lokasi berbeda pada Rabu (13/5/2026) guna mengantisipasi penentuan juara BRI Super League 2025/2026 yang berpotensi terjadi hingga pekan terakhir.
Persaingan gelar juara musim ini menyisakan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang memiliki perolehan poin identik sebesar 75 poin, dengan Persib memimpin klasemen sementara berkat keunggulan rekor pertemuan.
Dilansir dari Bola, ketatnya selisih poin tersebut membuat pemenang kompetisi kemungkinan besar baru bisa dipastikan pada laga pekan ke-34 atau pertandingan penutup musim.
"Seperti apa kondisinya ya tentu menjadi sebuah konsekuensi buat kami. Di mana pialanya? Ya kami akan siap di dua tempat kalau sampai week 33 masih belum ketahuan," kata Asep Saputra, Direktur Operasional I.League.
Kondisi persaingan ketat ini dinilai serupa dengan kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2018 saat Persija Jakarta dan PSM Makassar memperebutkan gelar hingga laga penghujung.
Pada musim 2018 tersebut, Persija Jakarta akhirnya mengunci gelar juara setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, mengungguli perolehan poin tim asal Makassar.
Asep menegaskan bahwa fenomena perebutan juara di pekan terakhir merupakan hal yang lumrah dalam kompetisi sepak bola yang kompetitif, termasuk di liga-liga besar seperti Premier League.
Terkait bentuk penghargaan bagi tim pemenang, I.League menyatakan tidak akan meluncurkan desain baru dan tetap menggunakan trofi dengan model yang sama seperti musim sebelumnya.
Meskipun ada kemungkinan perubahan desain secara mendadak sebagai kejutan, otoritas liga saat ini tetap mempertahankan status quo terkait bentuk fisik piala juara tersebut.
Di sisi lain, Borneo FC tetap fokus mempersiapkan kekuatan meski pemain bertahan Komang Teguh tidak dipanggil untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia guna menjaga konsistensi performa tim di sisa musim.