Persib Bandung akan menjamu Madura United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 dengan tantangan tersendiri. Pertandingan yang dijadwalkan pada Kamis, 26 Februari 2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini, akan menjadi ujian bagi Persib.
Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, tidak dapat mendampingi tim secara langsung di sisi lapangan karena akumulasi kartu kuning. Sanksi ini didapatkan setelah ia menerima kartu kuning keempatnya saat melawan Persita Tangerang. Meski begitu, Bojan tetap diizinkan hadir di stadion namun hanya dapat memantau dari tribun penonton.
Absennya Bojan Hodak membuat staf pelatih Persib harus melakukan penyesuaian. Asisten pelatih, Igor Tolic, akan mengambil alih tugas memimpin tim dari sisi lapangan. Keputusan-keputusan cepat selama pertandingan biasanya diambil langsung oleh pelatih kepala.
Carlos Parreira, pelatih Madura United, tidak menganggap absennya Bojan Hodak sebagai keuntungan besar. Ia menilai Persib tetap tim yang kuat dengan pola permainan yang jelas. Menurutnya, para pemain Persib sudah memahami taktik dan strategi pelatih.
“Absennya pelatih Bojan tentu menjadi perhatian. Namun saya tidak berpikir itu akan menjadi keuntungan besar bagi kami,” ujar Carlos.
Carlos juga meyakini bahwa gaya bermain Persib tidak akan berubah signifikan. Ia menilai perencanaan tim sudah disiapkan jauh sebelum pertandingan. Karena itu, pemain tetap bisa menjalankan strategi yang telah dilatih sebelumnya.
“Tentu saja mereka akan kehilangan pelatih di sisi lapangan, terutama dalam pengambilan keputusan langsung. Tetapi saya yakin itu tidak akan banyak mengubah rencana dan gaya bermain mereka.” kata Carlos.
Carlos juga menegaskan situasi seperti ini cukup sering terjadi di dunia sepak bola. Tim biasanya tetap bisa berjalan dengan normal karena keputusan di lapangan masih dapat diambil oleh staf pelatih yang ada.
“Pelatih mereka pasti tetap memantau pertandingan dan keputusan di lapangan akan tetap diambil oleh staf yang ada. Itu hal yang normal dalam sepak bola.”