Manajemen Persija Jakarta resmi membuka kembali putaran kedua penjualan fan token pada Kamis (16/4/2026) mulai pukul 16.00 WIB untuk memenuhi tingginya minat pendukung klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut. Keputusan ini diambil setelah tahap pertama yang dirilis pada Senin (13/4/2026) ludes diserap pasar hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Sebanyak 50.000 unit Fan Token Offering (FTO) habis terjual pada putaran pertama dengan harga tetap sebesar 0,25 dolar AS atau setara Rp4.200 per token. Dilansir dari Bola, harga untuk penjualan putaran kedua tidak lagi dipatok tetap melainkan akan mengikuti dinamika mekanisme pasar yang berlaku.
Program digital ini merupakan hasil kolaborasi antara Persija dengan Socios, sebuah platform keterlibatan penggemar yang memanfaatkan teknologi blockchain. Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan komunitas The Jakmania ke ranah digital sekaligus memberikan akses eksklusif bagi para pemegang token.
Pemilik Persija Fan Token diberikan hak untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan tertentu di internal klub melalui sistem pemungutan suara. Beberapa hal yang dapat ditentukan oleh para pemilik token meliputi desain bus tim, bendera sudut lapangan, panji klub, hingga desain kaus dan polo shirt resmi.
Selain hak suara, pemegang token juga dijanjikan berbagai manfaat tambahan seperti akses ke konten eksklusif, kesempatan bertemu dengan pemain, serta koleksi digital unik. Pihak manajemen juga menyiapkan program hadiah berbasis sistem permainan dan pengalaman VIP bagi para pendukung yang memiliki aset digital tersebut.
Langkah Persija ini menempatkan klub ibu kota dalam ekosistem Chiliz bersama beberapa klub besar Asia Tenggara lainnya seperti Persib Bandung, Bali United, dan Johor Darul Ta'zim. Di kancah internasional, jaringan teknologi serupa juga telah digunakan oleh klub-klub elite dunia termasuk FC Barcelona, Manchester City, dan Juventus.