Sebagai salah satu klub sepak bola paling sukses di Indonesia, Persija Jakarta memiliki basis penggemar yang besar, namun juga tak sedikit pembenci. Tim dengan julukan Macan Kemayoran ini seringkali menjadi sasaran ejekan dari warganet.
Salah satu julukan yang kerap disematkan kepada Persija adalah "APBD FC", merujuk pada dukungan finansial yang diterima dari empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, label "Anak Papa" juga sering ditujukan kepada Persija karena keberadaan Ferry Paulus sebagai Direktur Utama I.League, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Persija.
Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
"Saya tidak mau jawab masalah itu. Karena rasanya sebutan 'Anak Papa' itu sejak saya masih bermain. Jadi, sudah terlalu expired untuk dibahas," ujar Bepe dalam Ngopi Bareng Persija di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Selasa (10-3-2026).
Istilah "Anak Papa" kembali mencuat setelah pembina Semen Padang, Andre Rosiade, dan manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, turut menggunakan istilah tersebut.
Setelah Semen Padang mengalahkan Persija 1-0 pada 22 Desember 2025, Andre berkomentar, "Yang protes silakan lapor LIB, kan Papa Ferry Paulus masih Dirut LIB."
Sementara itu, Dandri menjelaskan unggahan "Roda zaman menggilas kita. Karena yang punya 'papa-papa' makin menggila dengan segala caranya" sehari sebelum melawan Persija pada 2 Maret 2026.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, juga mengaku bingung dengan julukan "Anak Papa" yang ditujukan kepada timnya. "Memang kita anaknya dari bapak kita masing-masing, bagaimana sih? Siapa sih yang ngomong?" kata Panca sambil berkelakar.