Persija Jakarta Waspadai Kartu Merah Jelang Laga Melawan Persib Bandung

Pelatih Persija Mauricio Souza instruksikan pemain jaga emosi dan hindari kartu merah dalam laga kontra Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan instruksi khusus kepada para pemainnya untuk menghindari perolehan kartu merah menjelang pertandingan kontra Persib Bandung pada Minggu, 10 Mei 2026. Laga pekan ke-32 kompetisi domestik tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur.

Kekhawatiran Souza didasari oleh catatan kedisiplinan tim dalam beberapa pertemuan terakhir melawan rival bebuyutannya tersebut. Dilansir dari Bola, tim berjuluk Macan Kemayoran ini kerap kehilangan pemain akibat hukuman wasit, termasuk saat takluk 0-1 di markas Persib pada putaran pertama Januari lalu.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api kala itu, Persija harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-54. Bruno Tubarao diusir keluar lapangan oleh wasit, yang dinilai Souza sebagai kerugian besar bagi strategi tim di sisa waktu pertandingan.

"Hal yang paling utama adalah kita harus mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain," kata Souza, pelatih Persija Jakarta, saat memimpin sesi latihan di Persija Training Ground, Sawangan, Depok, Kamis, 7 Mei 2026.

Upaya menjaga jumlah pemain tetap lengkap di lapangan telah menjadi fokus staf kepelatihan melalui diskusi intensif dan evaluasi tayangan video. Persija tercatat berhasil menyelesaikan lima pertandingan terakhir mereka tanpa satu pun kartu merah, sebuah tren positif yang ingin dipertahankan oleh Souza.

Pertandingan ini sedianya direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, alasan keamanan membuat otoritas liga memindahkan lokasi pertandingan ke Samarinda. Pemindahan ini memperpanjang catatan Persija yang belum bisa menjamu Persib di Jakarta sejak pertemuan terakhir pada Juli 2019 silam.

Skuad Persija Jakarta telah melakukan persiapan teknis di Depok sebelum bertolak ke Kalimantan Timur. Fokus utama tim saat ini adalah menjaga kestabilan emosi pemain agar tidak terpancing tensi tinggi yang biasanya menyelimuti duel klasik sepak bola Indonesia ini.

Recommended