Manajemen Persijap Jepara akhirnya memberikan tanggapan terkait sanksi berat yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi tersebut merupakan buntut dari kericuhan antarsuporter yang terjadi saat laga melawan Persis Solo di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Kamis (5/3/2026) malam WIB, diwarnai insiden saling lempar antara suporter Persijap Jepara dan Persis Solo.
Komdis PSSI menjatuhkan beberapa hukuman akibat insiden tersebut. Panitia Penyelenggara (Panpel) Persijap dinilai gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persis, sehingga didenda Rp25 juta.
Selain itu, Persijap Jepara sebagai tuan rumah dianggap gagal menjaga ketertiban dan keamanan, yang menyebabkan terganggunya kenyamanan serta keamanan perangkat pertandingan dan tim tamu. Hal ini terkait dengan perusakan kendaraan perangkat pertandingan dan tertahannya tim Persis Solo di stadion selama empat jam. Akibatnya, Persijap didenda Rp40 juta.
Sanksi lain yang diterima Persijap adalah denda Rp30 juta akibat pelemparan terhadap perangkat pertandingan oleh suporter dari Tribune Barat setelah laga usai.
Sanksi terberat adalah terkait insiden perusakan fasilitas stadion. Persijap didenda Rp100 juta dan dilarang menggelar laga dengan penonton saat menjadi tuan rumah sebanyak lima pertandingan.
Pernyataan resmi klub menyebutkan, "Terjadi kerusuhan saling ejek dan saling melakukan pelemparan antara suporter Persijap Jepara di Tribune VIP Barat (tengah) dengan suporter Persis Solo di Tribune VIP Barat (selatan), terjadi perusakan fasilitas stadion serta perusakan kendaraan perangkat pertandingan."
Sikap Manajemen Persijap Jepara
Larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton dalam lima laga tentu menjadi kerugian bagi Persijap, yang sedang berjuang untuk lolos dari zona degradasi. Pasalnya, dari empat laga kandang terakhir, Persijap meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang, yang membantu mereka keluar dari zona merah.
Manajemen Persijap menghormati keputusan PSSI dan berharap suporter dapat kembali menjalin hubungan baik. "Persijap menghormati keputusan PSSI sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Sejatinya, kedua tim bersaudara dan sama-sama saling mendukung kemajuan sepak bola daerah, khususnya Jawa Tengah. Mari kita dukung klub kebanggaan dengan dukungan yang positif dan bertanggung jawab," tulis pernyataan resmi klub.