Persijap Jepara akan mengusung strategi yang berbeda saat menjamu Persis Solo dalam Derby Jawa Tengah di pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Mario Lemos, pelatih Persijap Jepara, berharap timnya dapat memetik pelajaran dari pertandingan sebelumnya melawan Bali United. Saat itu, Laskar Kalinyamat mengalami kesulitan menghadapi Serdadu Tridatu yang bermain dengan garis pertahanan rendah.
“Saya pikir, pertandingan selanjutnya melawan Persis Solo akan berbeda. Menurut saya, laga ini juga bakal tidak mudah. Sejujurnya, kami tidak terbiasa menghadapi tim seperti Bali United pada laga sebelumnya,” kata Mario Lemos.
Menurutnya, strategi bertahan yang diterapkan Bali United cukup efektif dalam meredam serangan Persijap. “Saat bermain di kandang, mereka bertahan dengan garis pertahanan yang sangat dalam. Tentu saja ini adalah strategi pilihan mereka. Namun, hal itu memang akhirnya membuat kami kesulitan. Itu adalah strategi yang bagus,” lanjut dia.
Pertandingan antara Persijap dan Persis ini sangat penting bagi kedua tim yang saat ini berada di papan bawah klasemen. Persijap berada di posisi ke-15 dengan 19 poin, sementara Persis di posisi ke-17 dengan 16 poin.
Mario Lemos menekankan kepada para pemainnya bahwa pertandingan melawan Laskar Sambernyawa akan berbeda dari laga sebelumnya. Ia menegaskan bahwa Persijap harus mengamankan poin penuh karena bermain di kandang sendiri.
“Memang, bagi saya, bisa mendapatkan poin di Bali bukanlah hal yang buruk. Namun, partai menghadapi Persis Solo bakal menjadi pertandingan yang sepenuhnya berbeda yang harus kami hadapi,” ujar Mario Lemos.
“Kami bakal bermain di Jepara, di kandang kami, menghadapi tim yang tentu saja harus bisa kami kalahkan,” lanjut pelatih berusia 39 tahun yang sempat ditunjuk jadi Direktur Teknik (Dirtek) Persijap itu.
PR yang Harus Dibenahi
Selain itu, Mario juga menyoroti beberapa aspek yang perlu ditingkatkan oleh para pemainnya. Hal ini penting agar Persijap tidak kalah di kandang sendiri.
“Saya pikir kami harus jauh lebih tajam ketika sudah memasuki area sepertiga akhir. Kami harus bisa memenangkan second-ball dan tampil dengan energi yang lebih besar,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
“Sebab, bagaimanapun juga, kami berada di kubu yang lebih membutuhkan poin. Ketika membutuhkan poin, maka Anda harus pantang putus asa dan berjuang lebih keras dari orang-orang lain,” imbuhnya.
Kemenangan akan sangat berarti bagi Persijap untuk menjauhi zona degradasi. Sementara itu, Persis Solo juga berpeluang keluar dari zona merah jika mampu meraih kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol.
Pada pertemuan pertama, Persijap secara mengejutkan berhasil mengalahkan Persis Solo dengan skor 2-1 di Stadion Manahan, Solo, pada 13 September 2025.