Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan kekecewaannya atas kegagalan timnya memaksimalkan peluang saat bermain imbang melawan PSBS Biak. Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB, Persis gagal mempertahankan keunggulan. Gol dari Dimitri Lima pada menit ke-27 mampu disamakan oleh Luquinhas (80’) melalui sundulan, memanfaatkan umpan dari Pablo Andrade.
Seslija menyesalkan banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. Menurutnya, timnya bermain dengan baik dan menciptakan banyak peluang, namun hanya satu yang berbuah gol. Sementara itu, PSBS Biak mampu mencetak gol hanya melalui satu umpan silang.
"Saya pikir, kami bermain sangat baik pada pertandingan ini. Kami bisa menciptakan banyak peluang, lalu mencetak gol untuk unggul. Sedangkan lawan bisa mencetak gol hanya dengan satu umpan silang," kata Milomir Seslija, Sabtu (21/2/2026).
"Sepak bola memang kejam. Saya tidak bisa mengomentari apa pun soal penampilan para pemain. Mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya di laga ini. Jika saja kami bisa mencetak satu gol lagi di antara semua peluang yang tercipta," imbuhnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut menyoroti masalah ketajaman sebagai problem utama timnya dalam beberapa pertandingan terakhir. Selain itu, chemistry antarpemain juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Milo berharap para pemainnya dapat mengambil pelajaran dari pertandingan tersebut. Ia menekankan pentingnya memperbaiki penyelesaian akhir agar tidak terus mengalami kesulitan di BRI Super League.
"Kami hanya perlu meningkatkan chemistry antarpemain. Salah satu masalah terbesar kami pada beberapa pertandingan ini ialah mencetak gol. Kami sudah bisa mencetak peluang bagus, tetapi tidak bisa dimaksimalkan," ujar dia.
"Sebetulnya ini bukan masalah pemain, atau siapa saja yang tidak dimainkan. Tetapi yang lebih utama adalah mengenai cara memaksimalkan peluang. Kami setidaknya punya tujuh hingga delapan peluang," katanya.
"Kami sangat bagus dalam menciptakan peluang. Sayangnya, dalam momen-momen tertentu, kami cenderung egois. Pada momen akhir, kami harusnya mengoper bola, tetapi malah terburu-buru untuk menembaknya," imbuhnya.
Kekecewaan Bek Persis Solo
Bek asing Persis, Luka Dumancic, juga mengakui masalah ketajaman yang dialami timnya. Menurutnya, hal ini menjadi kelemahan utama yang harus segera diatasi.
"Menurut kami, saya sudah bermain sangat bagus hari ini. Saya pikir dalam dua pertandingan terakhir, pada babak pertama kami selalu tampil lebih bagus. Kami bisa mencetak gol untuk unggul, sayangnya tidak bisa mencetak lebih banyak," ujar Luka.
"Padahal, kami mengkreasi banyak peluang di laga ini, tetapi tidak bisa dimaksimalkan dengan baik. Itu adalah salah satu kelemahan kami. Kami sudah berusaha maksimal. Sayangnya, kami harus menerima satu poin, alih-alih tiga poin," imbuhnya.