Pertamina Antisipasi Pasokan Minyak Imbas Konflik di Hormuz

Pertamina mengantisipasi gangguan pasokan minyak akibat konflik di Selat Hormuz dengan memesan dari AS.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan perkembangan terkini terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang masih berada di Selat Hormuz.

Untuk menghindari dampak terburuk dari konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, Bahlil menjelaskan bahwa kedua kapal Pertamina saat ini bersandar di wilayah tersebut. "Sambil kita melakukan negosiasi, komunikasi yang lebih baik agar kita cari solusinya," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu malam, (4/3/2026).

Guna mengantisipasi potensi gangguan pasokan minyak, pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan memesan pasokan dari Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan minyak mentah nasional. "Maka kita mencari alternatifnya di Amerika. Untuk bisa melakukan, menutupi apa yang ada pada dua kargo ini," ujarnya.

Bahlil meyakinkan masyarakat bahwa pasokan energi nasional tetap aman, meskipun kedua kapal tanker masih terjebak di Selat Hormuz dan situasi di Timur Tengah semakin memanas. "Saya meyakinkan, saya meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, insyaallah aman," tegasnya.

Recommended