Pertamina Jamin Pasokan BBM Maluku Lewat Distribusi Jalur Laut

PT Pertamina Patra Niaga memastikan kelancaran pasokan energi di wilayah Maluku melalui penguatan distribusi jalur laut pada Sabtu, 25 April 2026.

PT Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem distribusi energi di wilayah Maluku melalui optimalisasi jalur laut guna memastikan pasokan bahan bakar tetap stabil bagi masyarakat kepulauan pada Sabtu, 25 April 2026.

Langkah strategis ini menempatkan Terminal BBM Wayame di Ambon sebagai hub utama penyaluran energi untuk kawasan Indonesia timur yang memiliki tantangan geografis kompleks. Dilansir dari Medcom, operasional distribusi ini mengandalkan armada tanker untuk menjangkau titik-titik penyaluran di berbagai pulau.

Distribusi bahan bakar ke Terminal BBM Wayame didukung oleh kapal tanker jenis Medium Range (MR) dan General Purpose. Armada yang dikerahkan meliputi PIS Cepu, Matindok, Merauke, Krasak, Klawotong, dan Katomas dengan kapasitas angkut bervariasi antara 17.500 DWT hingga 50.000 DWT.

Kapasitas besar tersebut memungkinkan pengangkutan BBM dalam volume signifikan sekaligus memberikan fleksibilitas untuk bersandar di pelabuhan dengan spesifikasi terbatas. Penggunaan armada ini bertujuan menjaga keberlanjutan energi di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyatakan bahwa jalur laut merupakan instrumen krusial dalam mewujudkan pemerataan energi secara nasional. Pihaknya terus memantau kesiapan armada agar distribusi tidak terhambat kendala teknis.

"Distribusi energi melalui jalur laut menjadi backbone dalam menjangkau wilayah kepulauan. Kami memastikan kesiapan operasional dan armada agar pasokan energi tetap merata, khususnya di kawasan timur Indonesia," ujar Roberth M. V. Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga.

Posisi strategis Ambon sebagai simpul energi diharapkan dapat memperkuat ketahanan nasional serta menjamin akses energi yang adil bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Seluruh proses operasional tetap ditekankan pada standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan laut.

Recommended