Pertamina NRE Terbitkan Kredit Karbon dari PLTBg Sei Mangkei

Pertamina NRE menerbitkan kredit karbon dari PLTBg Sei Mangkei berkapasitas 2,4 MW untuk mendukung kampanye AKU NET-ZERO HERO di Bursa Efek Indonesia.

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan penerbitan kredit karbon terbaru dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei pada Senin (27/4/2026). Langkah yang diumumkan di Gedung Bursa Efek Indonesia ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kampanye IDXCarbon bertajuk AKU NET-ZERO HERO.

Dilansir dari Detik Finance, inisiatif ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam gaya hidup rendah karbon melalui mekanisme yang terukur. Proyek yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei tersebut menjadi sumber kredit karbon kedua setelah sebelumnya Pertamina NRE memanfaatkan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6.

Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, menyatakan bahwa kolaborasi ini melibatkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Jejakin. Masyarakat kini dapat melakukan kompensasi emisi atau carbon offset melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi mobile banking Livin' by Mandiri.

"Melalui kampanye ini, masyarakat khususnya pengguna Livin' by Mandiri diperkenalkan pada konsep carbon offset yaitu mekanisme kompensasi atas emisi karbon yang dihasilkan dengan pembelian kredit karbon yang mendukung proyek-proyek penurunan emisi yang telah terverifikasi," kata Indira, Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE.

PLTBg Sei Mangkei memiliki kapasitas produksi sebesar 2,4 Megawatt (MW). Pembangkit ini beroperasi dengan mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit menjadi energi listrik, yang secara teknis mampu mengurangi emisi gas metana secara signifikan.

Kerja sama ini juga bertujuan untuk memperluas literasi publik mengenai pasar karbon di Indonesia. Dengan mempermudah akses bagi individu untuk berkontribusi pada proyek energi bersih, diharapkan target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 dapat tercapai lebih efektif melalui ekosistem yang inklusif.

Penerbitan kredit karbon ini menghubungkan aksi personal pengguna aplikasi dengan dampak lingkungan nyata di lapangan. Setiap transaksi offset yang dilakukan oleh individu dikonversi menjadi dukungan langsung bagi operasional pengolahan limbah menjadi energi hijau di Sumatera Utara tersebut.

Recommended