Pertandingan pembuka pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 akan menyajikan duel sengit antara PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Jumat, 10 April 2026, sore WIB. Baik Laskar Mataram maupun Juku Eja, julukan bagi kedua tim, memiliki ambisi besar untuk meraih poin penuh demi perbaikan posisi di klasemen sementara.
PSIM Yogyakarta saat ini menduduki peringkat kedelapan dengan koleksi 38 poin. Di sisi lain, PSM Makassar masih berjuang di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-13, dengan torehan 25 angka. Pertemuan terakhir kedua tim pada September 2025 lalu berakhir imbang tanpa gol, sebuah indikasi bahwa duel mereka cenderung berjalan ketat dan hati-hati, seperti dilansir dari Bola.
Laga ini menjadi momentum penting bagi PSIM Yogyakarta untuk kembali ke jalur kemenangan. Tim asuhan Jean-Paul van Gastel sedang mengalami tren minor setelah gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, dengan catatan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Pekan lalu, PSIM takluk 0-1 dari Dewa United, dan sebelumnya ditahan imbang oleh Semen Padang (0-0) serta Persijap Jepara (2-2).
Kemenangan sangat dibutuhkan untuk menjaga asa menembus papan atas klasemen, mengingat kompetisi musim ini masih menyisakan delapan pertandingan lagi. Namun, PSIM dipastikan tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Fahreza Sudin absen karena sanksi tambahan dari Komdis PSSI, sementara Anton Fase dan Rakhmatsho Rakhmatzoda masih dalam tahap pemulihan cedera.
Situasi Sulit Menyelimuti PSM Makassar
Di kubu lawan, PSM Makassar datang dengan kondisi yang jauh dari ideal. Skuad Juku Eja kembali harus bermain tanpa kehadiran pelatih kepala Tomas Trucha di pinggir lapangan. Arsitek asal Republik Ceska itu telah absen dalam dua laga terakhir tanpa penjelasan resmi dari manajemen, dengan peran pelatih sementara diemban oleh Ahmad Amiruddin.
Performa PSM juga belum menunjukkan perbaikan signifikan. Sejak ditangani Trucha pada pertengahan musim, mereka hanya mencatatkan empat kemenangan, tiga imbang, dan sembilan kekalahan dari 16 laga. Bahkan, PSM sedang terjebak dalam tren negatif setelah gagal meraih kemenangan dalam enam laga berturut-turut. Kali terakhir mereka meraup tiga poin adalah saat mengalahkan PSBS Biak 2-1 pada 8 Februari.
Prediksi Pertandingan yang Sengit
Duel antara PSIM dan PSM diprediksi akan berjalan alot, mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. PSIM akan mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu, memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dan semangat untuk bangkit. PSM kemungkinan akan tampil lebih sabar, mengandalkan serangan balik dan efektivitas di momen krusial.
Menurut analisis yang dikutip dari Bola, laga ini diprediksi berakhir imbang dengan skor 1-1. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kedua tim merupakan kolektor hasil imbang paling dominan di liga musim ini, dengan PSIM mengantongi 11 hasil seri dan PSM dengan 10 hasil imbang. Pertemuan terakhir mereka yang berakhir tanpa gol juga mempertegas ketatnya persaingan antarlini.
Meskipun PSIM diuntungkan status tuan rumah dan kembalinya Rakhmatsho Rakhmatzoda untuk memperkuat lini pertahanan, PSM memiliki pengalaman dan kualitas individu yang bisa memberikan kejutan. Masalah mentalitas pemain PSM yang sempat disoroti asisten pelatih Ahmad Amiruddin akan menjadi faktor kunci dalam menentukan hasil akhir pertandingan ini.