Manajemen pembangkitan listrik mengadakan inspeksi ke sejumlah unit untuk memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi lonjakan kebutuhan listrik saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Pemeriksaan meliputi peralatan, ketersediaan suku cadang, sistem monitoring, serta kesiapsiagaan personel.
Salah satu lokasi yang menjadi fokus inspeksi adalah Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalan Susu, Sumatra Utara. Pengecekan langsung di area pembangkit ini bertujuan memastikan keandalan unit, terutama dalam menjaga pasokan listrik di Sumatra Utara selama periode dengan beban puncak.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, memberikan apresiasi atas kinerja UBP Pangkalan Susu sepanjang tahun 2025. Menurutnya, unit tersebut menunjukkan tren positif dari sisi keandalan dan performa operasional. Dukungan langsung juga diberikan kepada para operator yang bertugas.
"Kinerja positif ini mencerminkan soliditas dan kolaborasi tim yang kuat. Kami memastikan seluruh peralatan dan personel dalam kondisi siap untuk menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya pada momen Ramadan hingga Idulfitri," ujar Bernadus, Minggu (1/3/2026).
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Arief Budiman, menekankan pentingnya komunikasi dua arah dalam transformasi perusahaan.
"Transformasi tidak hanya berbicara tentang teknologi dan capaian kinerja, tetapi juga keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi. Kolaborasi yang kuat lahir dari komunikasi yang jujur dan konstruktif," ungkap Arief.
Selain kesiapan operasional, manajemen juga menyelenggarakan kegiatan sosial di sekitar wilayah kerja pembangkit. Santunan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa melalui program perusahaan.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH) di Petamburan, Jakarta. Santunan berupa uang tunai dan paket sembako diserahkan kepada 10 anak yatim dhuafa dari Pondok Yatim Dhuafa, bekerja sama dengan LAZ Nurul Falah.
General Manager UBH, Rahmat Syahputra Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini dilakukan bertepatan dengan bulan Ramadan, termasuk buka puasa bersama pegawai.
"Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat berbagi. Kami berharap santunan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat bagi adik-adik kita dalam meraih cita-cita," ujarnya.