Prabowo Bahas Progres Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Istana

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat perencanaan Giant Sea Wall guna mempercepat konstruksi dan efisiensi proyek dengan melibatkan akademisi.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas kelanjutan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (20/4/2026). Pertemuan ini fokus pada pelaporan perkembangan perencanaan konstruksi di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mendalami detail teknis terkait kegiatan konstruksi. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, belum ada keputusan final yang diambil dalam pertemuan siang tersebut.

"Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi," kata Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa. Didit menambahkan bahwa pembangunan tersebut diupayakan untuk dipercepat meskipun jadwal rincinya masih dalam tahap penghitungan.

Pemerintah berencana mengoptimalkan sumber daya lokal dan mempertimbangkan aspek lingkungan, termasuk pengelolaan limbah (waste) dalam proyek ini. Target waktu pembangunan akan menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan material yang ada di dalam negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa proyek strategis ini akan mengintegrasikan hasil riset dari berbagai perguruan tinggi nasional. Skema ini merujuk pada keberhasilan penelitian kampus yang telah diterapkan pada pembangunan tanggul laut di proyek Tol Demak-Semarang.

Para dosen dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang efisiensi pengembangan tanggul laut diminta berkontribusi aktif. Pemerintah menargetkan pelibatan akademisi ini dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas konstruksi penahan air laut tersebut.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berencana mengundang sejumlah guru besar pada minggu depan untuk memaparkan pemikiran mereka. Para pakar yang berpengalaman dalam proyek reklamasi dan pembuatan daratan ini akan bertemu langsung dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut.

Recommended