PSBS Biak Tantang Bhayangkara FC pada Laga Pamungkas Liga

PSBS Biak bersiap menghadapi Bhayangkara FC pada laga terakhir BRI Super League 2025/2026 di Lampung dengan membawa modal kemenangan putaran pertama.

PSBS Biak dijadwalkan menantang Bhayangkara FC pada pertandingan pekan ke-34 atau laga penutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (23-5-2026). Dilansir dari Bola, skuad berjuluk Badai Pasifik tersebut mengusung kenangan manis kemenangan telak 4-1 atas lawannya pada putaran pertama lalu.

Pertandingan ini sudah tidak mengubah status PSBS Biak yang dipastikan terdegradasi ke Liga 2 setelah terbenam di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin. Sebaliknya, Bhayangkara FC saat ini berada di posisi kedelapan klasemen dengan raihan 50 poin.

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengingat kembali pertemuan pertama kedua tim di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada 12 Januari 2026 yang menjadi kemenangan terakhir timnya musim ini.

"Itu adalah pertandingan yang sangat menarik, saya menonton pertandingan itu. Tim kami saat itu memiliki pemain asing Ruyery dan Sandro. Itu adalah tim yang berbeda dari hari ini," ujar Marian Mihail.

Juru taktik berusia 68 tahun tersebut menyadari bahwa sang lawan memiliki motivasi tambahan untuk membalas kekalahan telak pada putaran pertama lalu.

"Saya berharap laga nanti akan berjalan sengit karena mereka ingin membalas hasil itu. Setelah itu Bhayangkara memenangkan tujuh laga dan hanya sekali seri. Itu pencapaian fantastis setelah kalah dari kami," lanjut Marian Mihail.

Mantan pelatih PSS Sleman itu juga mengantisipasi kedinamisan jalannya pertandingan terakhir musim ini yang dinilainya sulit untuk diprediksi secara pasti.

"Selalu ada kemungkinan pertandingan terakhir menjadi pertandingan yang menjebak. Bisa menjadi pertandingan yang baik atau buruk," kata Marian Mihail.

Kendati demikian, Marian Mihail berharap pertandingan pamungkas ini tetap menyajikan tontonan yang menghibur bagi para suporter karena kedua tim dapat tampil lepas.

"Namun, kami berharap bagi semua penggemar, ini akan menjadi laga yang bagus. Kedua tim bisa bermain tanpa tekanan seperti sebelum-sebelumnya," imbuh Marian Mihail.

Di samping mempersiapkan laga penutup, tim pelatih kini mulai mengalihkan fokus untuk membangun fondasi baru klub dengan memaksimalkan potensi para pemain muda asli daerah demi menyongsong kompetisi musim depan.

"Kami akan melanjutkan strategi untuk memberikan kesempatan pemain muda akademi seperti yang kami lakukan di laga terakhir kami. Kami ingin membangun kembali tim baru dengan identitas jelas yang mewakili semangat Papua," ucap Marian Mihail.

Walau memberikan jam terbang kepada para pilar muda, Marian Mihail menegaskan bahwa timnya tetap akan menurunkan komposisi kekuatan terbaik yang mereka miliki saat ini.

"Bukan berarti kami tidak bermain dengan tim terbaik. Kami akan bermain dengan tim terbaik, kami memiliki tim yang sangat bagus dan berharap performa kami juga sesuai kualitas pemain," tambah Marian Mihail.

Motivasi tinggi juga disuarakan oleh penggawa lini tengah PSBS Biak, Yano Putra, yang memastikan kesiapan seluruh elemen pemain untuk tetap tampil habis-habisan.

"Ya, ini laga terakhir kami, dan memang kami mungkin bermain dengan pemain-pemain lokal. Kita tahu kondisi kami sekarang memang sudah degradasi ke Liga 2," kata Yano Putra.

Pemain berusia 22 tahun itu menekankan komitmen skuad Badai Pasifik untuk menutup kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia ini dengan performa yang maksimal.

"Meski pertandingan ini tidak ada pengaruhnya, seperti yang pelatih bilang, kami akan tetap bermain dengan baik sampai selesai dan pelatih juga billing kalau dia akan mempersiapkan tim ini untuk ke depannya," ucap Yano Putra.

Recommended