Bek PSBS Biak, Pablo Andrade, menyatakan timnya tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan usai kekalahan 2-4 dari PSIM Yogyakarta di pekan ke-23 BRI Super League. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (27/2/2026) malam WIB.
Menurut Andrade, timnya harus segera fokus menghadapi laga berikutnya melawan Persik Kediri. Pertandingan pekan ke-24 BRI Super League tersebut akan digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB.
"Kami tidak punya waktu untuk bersedih. Minggu depan ada laga baru untuk mencoba meraih tiga poin demi bertahan di Liga 1. Situasinya sulit bagi semua orang," kata Pablo.
Ia menambahkan, target timnya adalah meraih poin, minimal satu, dalam laga tandang melawan Kediri. Pablo juga menyesali kekalahan dari PSIM, di mana PSBS bermain baik di babak pertama namun gagal mempertahankan performa di babak kedua.
Pada pertandingan melawan PSIM, PSBS sebenarnya menunjukkan performa yang menjanjikan di babak pertama. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang dan memberikan tekanan kepada tim tamu. Pablo menyoroti pentingnya konsistensi sepanjang pertandingan.
"Pada babak pertama, saya rasa kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol dan bermain sangat baik. Tapi pertandingan itu 90 menit, bukan 45 menit saja. Kami harus lebih konsisten," ujarnya.
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengakui bahwa PSIM memiliki kualitas yang lebih baik dari timnya. Ia menilai PSIM memiliki kualitas individu serta kolektivitas permainan yang baik.
"Ini sangat menyedihkan ya. Lawan memang di atas kami. Itu tim yang sangat bagus yang main dengan kolektivitas sangat baik," ujar Mihail.
PSBS saat ini berada di peringkat ke-16 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 18 poin dari 23 pertandingan. Mereka berada tepat di batas zona degradasi dan dituntut untuk segera berbenah.