UEFA Bahas Penggunaan VAR dan Jajaki Streaming Langsung

UEFA mengundang liga top Eropa untuk membahas penggunaan VAR dan menjajaki platform streaming langsung ke konsumen.

UEFA berencana untuk membahas pendekatan baru dalam penggunaan VAR (Video Assistant Referee) di sepak bola Eropa bersama liga-liga top Eropa. Pertemuan ini bertujuan mencari kesepakatan terkait intervensi VAR yang dinilai terlalu sering dalam pertandingan.

Selain VAR, UEFA juga mempertimbangkan untuk memasuki sektor komersial dengan menguji coba platform direct-to-consumer (DTC) di pasar yang lebih kecil. Langkah ini mengikuti tren yang telah dilakukan oleh beberapa liga top Eropa.

Premier League, misalnya, telah mengumumkan rencana peluncuran layanan DTC bernama Premier League+ bersama StarHub di Singapura mulai musim depan. Bundesliga juga sudah memiliki Bundesliga Pass di beberapa negara Afrika, sementara Ligue 1 langsung menjangkau penonton di Prancis.

Saat ini, UEFA menjual hak siar melalui UC3, perusahaan patungan dengan European Football Clubs (EFC). Mereka telah mengamankan kontrak jangka panjang untuk kompetisi klub di beberapa pasar utama Eropa dan Asia.

UC3 bersama Relevent Football Partners juga telah memulai penawaran hak siar gelombang kedua untuk wilayah lain seperti Eropa non-utama, Kanada, Amerika Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan. Kontrak baru ini akan berlaku mulai musim 2027/28.

Sama seperti Bundesliga dan Premier League, UEFA diperkirakan akan memilih pasar dengan nilai komersial lebih kecil untuk uji coba DTC. Negara-negara Asia seperti Singapura dinilai ideal karena memiliki basis penggemar sepak bola Eropa yang kuat dan infrastruktur internet yang memadai.

UEFA ingin mendorong pendekatan yang lebih konsisten dan tidak terlalu invasif dalam penggunaan VAR di berbagai liga. Roberto Rosetti, Kepala Wasit UEFA, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa VAR kini terlalu detail dalam menilai setiap insiden.

Rosetti juga secara tersirat menolak dorongan dari FIFA untuk memperluas cakupan VAR, seperti meninjau situasi sepak pojok dan kartu kuning kedua. Meski perubahan itu sudah disetujui oleh IFAB, UEFA tetap ingin membatasi intervensi VAR.

"Di akhir musim nanti kita perlu membahas ini, karena kita tidak bisa terus berjalan ke arah intervensi VAR yang terlalu mikroskopis. Kita mencintai sepak bola apa adanya," ujar Rosetti.

VAR Tak Mungkin Dihapus

Rosetti menegaskan bahwa VAR tetap penting dan tidak mungkin dihapus. Menurutnya, VAR telah membantu mengurangi ketidakadilan terbesar dalam pertandingan. Generasi wasit saat ini juga sudah terbiasa dengan teknologi seperti tayangan ulang, goal-line technology, dan offside semi-otomatis.

Dalam perkembangan lain, UEFA memutuskan untuk mempertahankan aturan "country protection" di Liga Champions. Artinya, tim dari negara yang sama tidak akan saling bertemu di League Phase, kecuali jika jumlah klub dari satu negara dalam satu pot undian terlalu banyak.

Recommended