PSBS Biak Kembali Kalah, Pelatih Soroti Jiwa Tim

PSBS Biak kembali menelan kekalahan di BRI Super League. Pelatih Marian Mihail kecewa dengan performa tim yang dinilai tak punya jiwa.

PSBS Biak kembali menelan kekalahan dalam lanjutan BRI Super League, kali ini dari Persik Kediri. Kekalahan ini disayangkan karena PSBS sempat unggul terlebih dahulu.

Marian Mihail, pelatih PSBS Biak, mengkritik performa timnya usai kekalahan 1-2 dari Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (5-3-2026) malam WIB. Menurutnya, tim Badai Pasifik belum memiliki identitas dan semangat juang yang kuat.

Ruyery Blanco membawa PSBS unggul di menit ke-48, namun Persik membalikkan keadaan melalui Hamra Hehanussa (79') dan Muhammad Firly (88'). Hasil ini memperpanjang catatan negatif PSBS dan menempatkan mereka dalam ancaman degradasi.

Mihail mengaku kecewa berat dengan hasil tersebut. "Saya sudah satu bulan bersama tim ini, saya mengenal mereka lebih baik dan saya bisa katakan bahwa sayangnya tim ini tidak memiliki jiwa, tidak memiliki identitas," sentil Marian Mihail.

Ia menambahkan, "Para pemain tidak tahu mereka milik siapa. Mereka adalah pemain dari berbagai tempat, tapi bukan pemain asli Biak. Mereka tidak bermain dengan hati dan itu menjadi masalah bagi saya untuk membangun tim yang bisa berjuang sampai akhir."

Kekalahan ini membuat Mihail belum mampu memberikan kemenangan sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala PSBS awal Februari lalu, menggantikan Divaldo Alves.

PSBS terakhir kali meraih tiga poin saat mengalahkan Bhayangkara FC 4-1 pada 12 Januari lalu. Mihail berharap timnya dapat memetik pelajaran dan meraih poin di pertandingan berikutnya.

Selanjutnya, PSBS akan menjamu Semen Padang di Stadion Maguwoharjo, Senin (9-3-2026) malam WIB. Mihail ingin timnya menunjukkan ambisi dan energi yang lebih besar.

"Kami akan melawan Semen Padang dalam empat hari ke depan dan saya berharap di kandang sendiri kami punya ambisi dan energi untuk memenangkan pertandingan melawan tim yang posisinya sama dengan kami di papan bawah," ucap Marian Mihail.

Recommended