PSBS Biak Terancam Degradasi Akibat Krisis Gaji dan Sanksi FIFA

PSBS Biak terpuruk di dasar klasemen liga setelah mengalami krisis finansial parah, penunggakan gaji pemain, hingga mendapat sanksi larangan transfer FIFA.

Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC Samarinda pada Sabtu (11/4/2026) memastikan PSBS Biak terbenam di posisi juru kunci klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Hasil minor ini memperlebar jarak tim berjuluk Badai Pasifik tersebut dari zona aman degradasi di tengah badai masalah internal yang melanda klub.

Kondisi klub semakin memprihatinkan setelah laporan mengenai krisis finansial mulai terkuak ke publik. Dilansir dari Bola, manajemen PSBS Biak dikabarkan menunggak gaji para pemain, pelatih, hingga staf operasional selama dua hingga tiga bulan terakhir.

Masalah keuangan ini telah berdampak pada sanksi berat dari federasi internasional. FIFA secara resmi menjatuhkan hukuman berupa larangan pendaftaran pemain (registration ban) setelah beberapa personel tim melaporkan kasus penunggakan hak mereka ke badan arbitrase dunia.

Mantan pelatih PSBS Biak, Divaldo Alves, menjadi salah satu pihak yang bersuara mengenai kondisi ini sebelum dirinya hengkang pada Desember 2025. Penunggakan gaji tersebut dilaporkan telah merusak atmosfer ruang ganti dan mengganggu fokus teknis tim di lapangan.

Seorang sumber internal klub mengungkapkan bahwa para pemain asing bahkan harus merogoh kocek pribadi untuk biaya perjalanan keluarga mereka. Padahal, manajemen sebelumnya menjanjikan akan menanggung seluruh biaya tersebut namun tidak kunjung direalisasikan.

"Pemain mendapat bonus gol tetapi tidak dibayar. Kami takut gaji akan tertunggak berbulan-bulan dan tidak bisa membayar biaya perjalanan pulang," kata sumber internal PSBS Biak yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut kepada Bola.

Para pemain PSBS Biak akhirnya merilis surat terbuka melalui media sosial guna meminta bantuan pihak terkait. Dalam surat tersebut, mereka membeberkan bahwa fasilitas dasar seperti makanan di akomodasi tidak lagi tersedia dan kendaraan tim telah ditarik kembali.

Bahkan, pemain asing di tim tersebut dilaporkan menerima pemberitahuan untuk mengosongkan tempat tinggal karena tunggakan pembayaran sewa oleh manajemen. Sesi latihan pun beberapa kali gagal terlaksana akibat ketiadaan akses lapangan latihan yang memadai.

Hingga saat ini, para pemain mengaku belum mendapatkan respons positif dari presiden klub, Freddy Montolalu. Skuad PSBS Biak kini tengah bekerja sama dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk mencari solusi atas ketidakpastian nasib mereka.

Recommended