PSBS Biak Incar Poin Lawan Persebaya demi Hindari Degradasi

PSBS Biak siap hadapi Persebaya Surabaya pada Sabtu (2/5/2026) demi menjaga harapan keluar dari zona degradasi Liga Super.

PSBS Biak mengincar poin penuh saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (2/5/2026) sore WIB guna menghindari ancaman degradasi. Tim berjuluk Badai Pasifik ini tetap mengusung misi bangkit meski sedang terpuruk di dasar klasemen sementara.

Klub asal Papua tersebut saat ini menduduki posisi terbawah dengan perolehan 18 poin dari 30 pertandingan yang telah dijalani. Dilansir dari Bola, PSBS Biak mencatatkan rekor buruk dengan melewati 13 pertandingan beruntun tanpa satu pun kemenangan sepanjang musim ini.

Asisten pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, mengonfirmasi bahwa skuatnya telah tiba di Surabaya dan menyelesaikan sesi latihan terakhir pada Jumat (1/5/2026). Ia menekankan pentingnya tanggung jawab profesional kepada para pemain di tengah situasi sulit yang dihadapi klub.

"Kami ke sini tidak hanya untuk pelengkap penderita, tapi kami datang ke sini masih punya harapan. Saya menanamkan ke anak-anak bagaimana bertanggung jawab terhadap diri mereka masing-masing sebagai seorang profesional," ujar Kahudi Wahyu Widodo, Asisten Pelatih PSBS Biak.

Data kompetisi menunjukkan PSBS baru meraih empat kemenangan dan enam hasil imbang, sementara 20 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Tantangan kian berat karena manajemen telah mengistirahatkan pelatih kepala Marian Mihail akibat performa tim yang terus menurun.

Gelandang PSBS Biak, Arjuna Agung, menyatakan bahwa seluruh pemain memiliki motivasi tinggi untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan pendukung lawan. Pemain berusia 22 tahun tersebut berharap timnya mampu memaksimalkan empat laga tersisa musim ini.

Upaya untuk keluar dari zona merah menjadi prioritas utama manajemen mengingat status PSBS sebagai satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan di putaran kedua. Pertandingan pekan ke-31 ini menjadi momentum krusial sebelum kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut berakhir.

Recommended