PSBS Biak akan menghadapi laga berat dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik ini dijadwalkan bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, untuk menantang Borneo FC pada Sabtu, 11 April 2026 sore WIB, seperti dilansir dari Bola.
Kondisi tim tamu jauh dari ideal menjelang pertandingan penting ini. Selain harus melawan salah satu tim papan atas liga, PSBS Biak juga menghadapi kendala persiapan yang minim. Hal ini disebabkan oleh perjalanan panjang dan melelahkan menuju Samarinda.
Pelatih PSBS, Marian Mihail, mengungkapkan bahwa timnya mengalami masalah serius dalam perjalanan. Skuad sempat kehabisan tiket pesawat, yang kemudian memaksa perubahan total pada rencana perjalanan mereka.
"Perjalanan itu sangat sulit buat kami, persiapan sangat tidak ideal. Karena kami seharusnya dari Bali langsung ke Samarinda, tapi karena masalah penerbangan, kami harus balik ke Jogja," kata Mihail saat sesi konferensi pers pada Jumat, 10 April 2026.
Mihail menambahkan, "Sampai Jogja harus ke Jakarta dan sampai ke sini. Saya berharap anak-anak bisa recovery dengan bagus untuk menjalani pertandingan dan main sesuai dengan keinginan."
Skuad PSBS baru saja tiba di Yogyakarta pada Kamis, 9 April 2026 siang WIB, setelah melakoni laga tandang melawan Bali United pada Senin, 7 April 2026. Keesokan harinya, pada Jumat, 10 April 2026 dini hari WIB, mereka harus melanjutkan perjalanan udara ke Samarinda.
Saat ini, Badai Pasifik terpuruk di dasar klasemen sementara, sebuah situasi yang diakui Mihail berdampak pada mental tim. Mereka harus menghadapi Borneo FC yang tengah dalam performa impresif, berada di urutan kedua dengan torehan 57 poin, sedangkan PSBS menempati posisi ke-18 dengan 18 poin.
"Memang itu situasi yang sangat sulit juga, apalagi kami melawan tim yang peringkatnya di atas dan kami di peringkat bawah. Tapi dalam sepak bola itu apa pun bisa terjadi," ujar Mihail.
Meskipun sulit, Mihail menekankan bahwa timnya bertekad untuk menunjukkan perlawanan. "Memang dengan kondisi kami itu susah untuk memotivasi teman-teman pemain, apalagi kondisi lawan sangat bagus dan mainnya juga bagus. Tapi kami datang untuk menunjukkan kalau kita juga bisa lawan mereka," sambungnya.
Skuad Tipis Siap Tempur
Permasalahan yang dihadapi PSBS Biak tidak berhenti pada jadwal dan penerbangan. Tim hanya membawa 17 pemain ke Samarinda, di mana lima di antaranya berstatus cadangan. Ini jelas bukan kondisi ideal untuk menghadapi laga krusial.
Mihail mengucapkan terima kasih kepada operator liga yang telah membantu mereka dalam perjalanan. "Saya berharap pemain cukup istirahat dan siap untuk tempur," katanya.
"Kami datang dengan 17 pemain dan cuma punya lima cadangan. Tapi semua datang ke sini siap memberikan yang terbaik. Kami ingin melupakan hasil laga kemarin dan mengembalikan kepercayaan diri untuk pertandingan-pertandingan ke depan," imbuh Mihail.
Tekad Yano Putra Curi Poin
Gelandang muda PSBS, Yano Putra, menegaskan bahwa timnya tidak akan menjadikan kesulitan perjalanan sebagai alasan. Semua pemain siap berjuang habis-habisan di lapangan untuk meraih poin.
Putra juga menyoroti kekuatan Borneo FC yang diperkuat sejumlah pemain berbahaya, termasuk winger tajam Mariano Peralta. Namun, ia menegaskan fokus tim adalah pada kerja kolektif.
"Memang dua pemain ini yang paling bersinar di Borneo, tapi pelatih sudah kasih arahan dan apa yang harus kami lakukan. Di pertandingan kami bukan hanya jaga satu-dua orang, tapi satu tim itu penting," tutup Yano.