Garudayaksa FC berambisi meraih gelar juara saat menantang PSS Sleman pada partai final Championship 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam WIB. Kedua tim dipastikan tampil maksimal meski sudah mengantongi tiket promosi ke Super League musim depan.
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, menegaskan timnya tetap mengejar hasil terbaik untuk menutup kompetisi dengan status sebagai kampiun. Dilansir dari Bola, Garudayaksa FC melaju ke final setelah memuncaki Grup Barat dengan koleksi 52 poin, sementara PSS Sleman merupakan juara Grup Timur dengan 56 angka.
"Kami datang ke sini juga punya cita-cita, keinginan untuk bisa meraih yang terbaik. Tapi itu tidak mudah, saya yakin, karena atmosfer di Maguwoharjo sangat luar biasa," kata Widodo Cahyono Putro, Pelatih Garudayaksa FC dalam sesi konferensi pers pada Jumat (8/5/2026).
Widodo mewaspadai dukungan ribuan suporter tuan rumah yang dikenal loyal dan kompak, sehingga sering menyulitkan tim lawan. Meski demikian, pelatih berusia 55 tahun tersebut tetap optimistis anak asuhnya mampu memberikan perlawanan selama 90 menit pertandingan berjalan.
Sektor pertahanan Garudayaksa FC mendapatkan perhatian khusus untuk meredam lini serang PSS Sleman yang dihuni Riko Simanjuntak, Terens Puhiri, dan Gustavo Tocantins. Ketiga pemain tersebut dinilai sebagai motor permainan tim berjuluk Super Elja yang harus dijaga ketat agar tidak mencetak gol.
Statistik menunjukkan kedua tim memiliki pertahanan yang solid dengan catatan identik, yakni hanya kebobolan 19 gol sepanjang musim ini. Namun, Widodo memastikan Garudayaksa FC tetap akan menerapkan strategi menyerang demi mencetak skor dan memenangkan laga puncak tersebut.
Penyerang Garudayaksa FC, Everton Nascimento, menyatakan seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur tanpa ada kendala cedera. Pemain asal Brasil ini menegaskan bahwa menjadi juara merupakan target utama setelah tim berhasil memenuhi target awal promosi ke kasta tertinggi.