Paris Saint-Germain (PSG) menunda pertandingan Ligue 1 melawan Lens, sebelum duel perempat final Liga Champions melawan Liverpool karena menghormati tragedi Hillsborough.
Direktur Olahraga PSG, Luis Campos, menjelaskan alasan di balik permintaan penundaan laga Ligue 1 yang menuai kontroversi jelang perempat final Liga Champions melawan Liverpool.
Awalnya, PSG dijadwalkan menghadapi Liverpool pada 8 April di Paris dan 14 April di Anfield. Namun, klub asal ibu kota Prancis itu mengajukan permintaan untuk menunda laga liga mereka melawan Lens yang semula digelar 11 April.
Otoritas sepak bola Prancis mengabulkan permintaan tersebut, meski mendapat penolakan dari Lens yang juga sedang bersaing dalam perburuan gelar.
Saat ini PSG memimpin klasemen Ligue 2025/2026 dengan 60 poin dari 26 laga, dibuntuti Lens di peringkat kedua dengan 69 poin dari 27 pertandingan.
Campos menyebut salah satu alasan perubahan jadwal berkaitan dengan tragedi Hillsborough 1989.
"Awalnya kami ingin bermain di Liga Champions pada Selasa (7 April atau 8 April WIB), lalu Rabu (15 April atau 16 April WIB)," kata Campos.
"Namun, Liverpool tidak bisa bermain pada 15 April (hari peringatan tragedi Hillsborough). Kami harus menghormati sejarah mereka, karena itu adalah tanggal yang tragis bagi klub," imbuh Campos.
Dengan perubahan jadwal tersebut, PSG mendapatkan waktu istirahat lebih panjang sebelum leg kedua melawan Liverpool. Sementara itu, Liverpool tetap harus menjalani jadwal padat dengan menghadapi Fulham di tengah dua laga melawan PSG.
Campos berpendapat bahwa kesuksesan PSG di kompetisi Eropa akan berdampak positif bagi peringkat koefisien Prancis di level benua. Namun, alasan tersebut ditolak oleh pihak Lens.
Pelatih Lens, Pierre Sage, secara tegas menolak keputusan tersebut.
"Pada dasarnya kami tidak setuju. Dari puncak piramida sekalipun, kami tidak setuju," kata Sage.
"Saya memahami bahwa waktu istirahat lebih panjang bisa meningkatkan performa. Mereka sudah membuktikannya saat melawan Chelsea. Mereka adalah klub yang sukses di berbagai kompetisi. Mereka juga memahami keterbatasan yang ada," lanjutnya.
Liga Prancis Jangan Dipinggirkan
Lens menegaskan sejak awal mereka menolak perubahan jadwal tersebut.
"Dalam semangat tanggung jawab dan pengendalian diri, Racing Club de Lens sejak awal telah memberi tahu Paris Saint-Germain bahwa kami tidak menginginkan perubahan tanggal ini," tulis pernyataan klub.
Lens menyoroti potensi dampak lebih luas terhadap integritas kompetisi domestik, dengan menyatakan bahwa terlihat ada kecenderungan yang mengkhawatirkan, yaitu Liga Prancis secara perlahan dianggap hanya sebagai variabel yang bisa disesuaikan dengan kepentingan kompetisi Eropa pihak tertentu.
Mereka juga menyoroti dampak langsung terhadap tim, di mana mengubah jadwal pertandingan ini berarti Lens tidak bermain selama 15 hari, lalu harus bertanding setiap tiga hari.
Lens menilai keputusan ini menunjukkan ketimpangan kekuatan dalam kompetisi.
"Seolah-olah klub dengan anggaran kesepuluh di liga harus menyesuaikan diri dengan tuntutan klub paling kuat, atas nama kepentingan yang kini melampaui ranah domestik," cetus Lens.
Isu Keadilan Kompetisi
Lens menegaskan bahwa persoalan ini lebih dari sekadar satu pertandingan dan mempertanyakan apakah kompetisi ini masih dihormati sebagaimana mestinya.
"Pertanyaan yang muncul jauh lebih mendasar: apakah kompetisi ini masih dihormati sebagaimana mestinya? Karena wajar jika dipertanyakan ketika di tanah airnya sendiri, liga terkadang tampak dikesampingkan demi ambisi lain, meski ambisi itu sah," sentil Lens.
Lens menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen mereka pada keadilan, aturan yang jelas, dan penghormatan terhadap semua pihak.
"Racing Club de Lens tetap berpegang pada keadilan, aturan yang jelas, dan penghormatan terhadap semua pihak. Prinsip sederhana untuk sepak bola Prancis yang adil dan dihormati."