PSIM Yogyakarta memastikan diri tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan setelah menundukkan Malut United dengan skor 2-0 pada Minggu (10/5/2026). Pertandingan pekan ke-32 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul tersebut menjadi titik balik krusial bagi skuad Laskar Mataram.
Kemenangan ini sekaligus memutus catatan buruk klub yang gagal meraih tiga poin dalam delapan pertandingan beruntun sebelumnya. Dilansir dari Bola, tambahan tiga angka ini membuat PSIM kini mengoleksi 42 poin dan duduk di peringkat ke-11 klasemen sementara.
Sebagai tim yang baru naik kasta, perolehan poin tersebut sudah cukup untuk menjauhkan Laskar Mataram dari zona degradasi. Meski target bertahan telah tercapai, pelatih kepala Jean-Paul van Gastel menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap performa anak asuhnya.
Masalah penyelesaian akhir menjadi sorotan utama pelatih asal Belanda tersebut sepanjang musim 2025/2026. Kurangnya efektivitas di sepertiga akhir lapangan dinilai menjadi penyebab merosotnya performa tim pada putaran kedua kompetisi.
"Seperti yang saya katakan, final third. Kami terus kembali ke sana. Jadi kami harus mengevaluasi memang setelah musim ini, arah mana yang akan diambil," kata Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM Yogyakarta.
Statistik menunjukkan penurunan signifikan pada paruh kedua musim, di mana Naga Jawa hanya mencatatkan dua kemenangan dari 15 pertandingan terakhir. Sisanya, klub kebanggaan warga Yogyakarta ini meraih enam hasil imbang dan menelan tujuh kekalahan.
Van Gastel tetap memberikan apresiasi terhadap mentalitas para pemainnya yang tetap bekerja keras di bawah tekanan media dan suporter. Ia menyebut semangat juang Franco Ramos dan kawan-kawan menjadi alasan utama tim mampu bangkit di saat genting.
Pelatih berusia 54 tahun itu menginstruksikan para pemain untuk tetap menjaga ambisi menang hingga kompetisi berakhir sepenuhnya. PSIM masih dijadwalkan menghadapi Madura United pada 17 Mei 2026 dan Arema FC pada 22 Mei 2026 sebagai laga penutup musim.