PSIM Yogyakarta dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi liga di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Kamis sore, 30 April 2026. Gol tunggal kemenangan tim tamu dicetak oleh Aleksa Andrejic saat pertandingan baru berjalan enam menit.
Kekalahan di kandang sendiri ini membuat tim berjuluk Laskar Mataram tersebut gagal memutus tren negatif mereka. Dilansir dari Bola, PSIM kini tercatat telah melewati tujuh pertandingan beruntun tanpa meraih satu pun kemenangan hingga menjelang akhir musim 2025/2026.
Hasil minor ini berdampak langsung pada posisi klasemen sementara, di mana PSIM harus keluar dari jajaran sepuluh besar. Laskar Mataram kini tertahan di peringkat ke-11 dengan perolehan 39 poin akibat kehilangan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan bahwa gol cepat lawan menjadi faktor utama yang menyulitkan skema permainan timnya. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, situasi itu memungkinkan Persita untuk menerapkan strategi bertahan yang sangat rapat.
"Kami kebobolan setelah dua menit, dari peluang pertama Persita langsung menjadi gol. Setelah itu mereka bermain dengan blok rendah yang sulit ditembus, tetapi kami tetap mampu menciptakan peluang," kata Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM Yogyakarta sebagaimana dikutip dari Bola.
Van Gastel juga menyoroti masalah efektivitas penyelesaian akhir yang masih menjadi kendala klasik timnya sepanjang musim. Meski menguasai jalannya laga setelah tertinggal, para pemain PSIM gagal mengonversi sejumlah peluang menjadi gol penyeimbang.
Kiper Cahya Supriadi menjadi sosok menonjol bagi tuan rumah setelah menggagalkan eksekusi penalti Pablo Ganet pada menit ke-84. Aksi penyelamatan eks penjaga gawang Timnas Indonesia U-22 tersebut berhasil mencegah PSIM dari kekalahan dengan skor yang lebih mencolok.
Persita Tangerang kini berhasil membawa pulang tiga poin krusial berkat kedisiplinan menjaga keunggulan sejak menit awal. Sementara itu, manajemen PSIM Yogyakarta dituntut segera melakukan evaluasi mengingat performa tim yang terus menurun di fase krusial kompetisi.