PSIM Yogyakarta kembali menelan kekalahan saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (10/4/2026), Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2. Hasil minor ini menambah catatan kurang memuaskan bagi skuad asuhan Jean-Paul van Gastel di putaran kedua musim ini.
Meski sempat unggul lebih dulu melalui gol Deri Corfe pada menit ke-54, PSIM tidak mampu mempertahankan keunggulannya. PSM Makassar berhasil membalikkan keadaan lewat gol Luka Cumic di menit ke-79 dan Dusan Lagator pada menit ke-99, mengamankan kemenangan dramatis di masa tambahan waktu.
Kekalahan ini membuat PSIM Yogyakarta tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League, dengan mengoleksi 38 poin dari 27 pertandingan. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman, mengingat ancaman dari Dewa United dan Bali United yang berpotensi menyalip jika meraih kemenangan pada pekan ke-27.
Seperti dilansir dari Bola, PSIM hanya terpaut tipis dari kedua pesaingnya tersebut, sehingga terdapat kemungkinan Laskar Mataram turun hingga peringkat ke-10. Kehilangan poin di kandang sendiri menjadi kerugian besar di tengah ketatnya persaingan kompetisi.
Performa Menurun di Putaran Kedua
Performa PSIM Yogyakarta menunjukkan grafik penurunan yang signifikan di putaran kedua musim ini. Dari 10 pertandingan terakhir, mereka hanya mampu mencatatkan satu kemenangan.
Sembilan laga lainnya berakhir dengan lima hasil imbang dan empat kekalahan. Catatan ini berbanding terbalik dengan putaran pertama, di mana PSIM tampil konsisten dengan delapan kemenangan, enam seri, dan tiga kekalahan, seperti dikutip dari Bola. Jika tidak segera bangkit, peluang tim berjuluk Tim Naga Jawa ini untuk finis di papan atas akan semakin menipis, apalagi kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan krusial.
Produktivitas Gol Deri Corfe
Penyerang asal Inggris, Deri Corfe, berhasil menambah pundi golnya musim ini. Gol ke gawang PSM Makassar menjadi yang kedua bagi Corfe dari total 22 penampilan.
Sebelumnya, ia mencetak gol saat menghadapi Persis Solo pada November 2025. Menariknya, Corfe lebih sering ditempatkan di posisi sayap sejak awal musim. Namun, dalam beberapa laga terakhir, ia kembali diposisikan sebagai penyerang tengah dan mulai menunjukkan ketajamannya.
Tantangan Krisis Produktivitas Gol
Menjelang pertandingan penting ini, Pelatih kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengakui adanya evaluasi mendalam terkait produktivitas gol timnya. Ia menyoroti efisiensi para pemain dalam memaksimalkan peluang.